Trump Setujui Standar BBM Baru AS

Presiden AS Donald Trump menuturkan, standar baru akan menghilangkan pemborosan dalam pembuatan mobil di Amerika Serikat (AS).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 September 2026, 22:18 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). (Dok. AP/Allison Robert)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu, 26 September 2026 menuturkan telah menyetujui standar efisiensi bahan bakar baru yang membatalkan kebijakan lebih ketat dari era Presiden Joe Biden yang mendorong pemakaian kendaraan listrik.

Mengutip CNBC, Minggu, (27/9/2026), sejak standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE) ditetapkan pada 1975, standar tersebut telah diperbarui secara berkala, biasanya untuk meningkatkan efisiensi kendaraan. Berdasarkan standar era Presiden Joe Biden, produsen otomotif diwajibkan meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil penumpang dan truk ringan mereka hingga mencapai sekitar 50 mil per galon pada 2031. Standar yang lebih ketat tersebut dirancang untuk mendorong produksi dan penjualan kendaraan listrik di AS.

Trump memaparkan perubahan kebijakan ini sebagai langkah yang menguntungkan baik bagi produsen otomotif maupun konsumen, meskipun rincian akhir standar tersebut belum diumumkan secara publik.

"Standar baru ini akan menghilangkan pemborosan dalam pembuatan mobil di Amerika. Artinya HARGA LEBIH MURAH, menghemat ribuan dolar bagi keluarga untuk mendapatkan mobil baru yang indah dan aman jauh lebih baik dibandingkan 'Monster Lingkungan' yang kita produksi selama ini," tulisnya dalam sebuah unggahan di Truth Social.

"Setiap produsen, mulai dari General Motors, Ford, hingga Stellantis, telah menghubungi saya karena ingin memproduksi kendaraan di sini, dan kini mereka bisa mewujudkannya!," tulis dia.

Perubahan regulasi ini akan memenuhi janji kampanye Trump untuk mencabut kebijakan yang mendorong atau memberikan insentif bagi kendaraan listrik.

 

Belum Jelas Standar Akhir

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Belum jelas seperti apa standar akhir efisiensi bahan bakar tersebut nantinya, meskipun Menteri Transportasi Sean Duffy sebelumnya menyatakan, standar itu akan jauh lebih rendah dibandingkan kebijakan era Biden.

Standar efisiensi bahan bakar yang lebih longgar berarti produsen otomotif dapat memproduksi lebih banyak truk pikap dan SUV; jenis kendaraan ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan mobil berukuran kecil, tetapi memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih buruk.

Kendaraan listrik juga menjadi kurang menarik bagi produsen otomotif, meskipun beberapa perusahaan, seperti General Motors, menyatakan akan tetap memproduksinya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya