Akbvr Nayo Rilis Album Septima, Rangkum Perjalanan Emosional di Single Izinkanku Bersamanya

Ada alasan khusus mengapa Akbvr Nayo memilih tajuk album Septima.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 27 September 2026, 19:11 WIB
AKBVR NAYO Rilis Album SEPTIMA, Rangkum Perjalanan Emosional Lewat Single Izinkanku Bersamanya

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Akbvr Nayo meramaikan industri musik Tanah Air melalui karya terbaru. Musisi tersebut menuangkan perjalanan hidup selama tujuh tahun ke dalam album penuh bertajuk Septima.

Tujuh tahun bukan hanya rentang waktu. Bagi Akbvr Nayo, tujuha tahun adalah kumpulan pengalaman, kehilangan, harapan, luka, dan kenangan yang akhirnya menemukan bentuknya dalam musik.

Album ini memuat tujuh trek yang merefleksikan perjalanan emosi manusia sepanjang 2019 hingga 2026. Akbvr Nayo menjelaskan makna di balik pemilihan nama Septima sebagai identitas utama album tersebut.

"Nama Septima diambil dari istilah musik yang merujuk pada seventh interval atau interval ketujuh. Konsep itu kemudian diperluas menjadi identitas utama album: tujuh tahun perjalanan, tujuh lagu, dan September sebagai momentum kelahiran album," ujar Akbvr Nayo .

Akbvr Nayo menyusun ketujuh lagu dalam alur cerita yang menggambarkan dinamika cinta, harapan, kehilangan, hingga penerimaan. Dua lagu pertama menjadi pembuka perjalanan emosional yang kemudian berkembang melalui berbagai fase.


Deretan Lagu dalam Album

AKBVR NAYO Rilis Album SEPTIMA, Rangkum Perjalanan Emosional Lewat Single Izinkanku Bersamanya

"Perjalanan dibuka oleh 'Edelweiss', yang merepresentasikan cinta yang tulus, langka, dan diyakini mampu bertahan. Dari sana, cerita bergerak menuju harapan melalui 'Izinkanku Bersamanya', ketika kekaguman mulai berubah menjadi keinginan untuk membangun masa depan bersama," jelasnya.

Cerita dalam Septima kemudian memasuki fase konflik yang lebih emosional. Lagu "Khianat" menggambarkan runtuhnya kepercayaan, sedangkan "Kehilanganmu" menjadi titik ketika perpisahan mulai diterima sebagai kenyataan.

Perjalanan tersebut berlanjut ke fase penerimaan yang menjadi bagian akhir album. Akbvr Nayo menghadirkan "Pulanglah Kepadaku" sebagai gambaran harapan yang masih tersisa, sebelum cerita bergerak menuju penyesalan dan penerimaan.

"Bab berikutnya adalah 'Pulanglah Kepadaku', tentang harapan yang masih bertahan setelah kehilangan. Kemudian 'Rinduku Salah' menghadirkan fase penyesalan, ketika seseorang mulai memahami bahwa tidak semua kerinduan harus diperjuangkan. Perjalanan akhirnya ditutup oleh 'Luka Perih', yang justru membawa cerita pada penerimaan dan kenangan," tuturnya.


Tentang Lagu Izinkanku Bersamanya

AKBVR NAYO Rilis Album SEPTIMA, Rangkum Perjalanan Emosional Lewat Single Izinkanku Bersamanya

Dari seluruh rangkaian lagu tersebut, Akbvr Nayo memilih "Izinkanku Bersamanya" sebagai single fokus. Lagu tersebut merepresentasikan fase ketika kekaguman berkembang menjadi harapan untuk membangun masa depan bersama seseorang.

Lagu "Izinkanku Bersamanya" diciptakan oleh Zainal Abidin dan Hadi Ismail. Keduanya turut memperkuat konsep musikal SEPTIMA sekaligus menerjemahkan pesan personal yang ingin disampaikan Akbvr Nayo .

Tak hanya melalui musik, Akbvr Nayo juga menerjemahkan konsep tersebut dalam video musik "Izinkanku Bersamanya". Kawah Sikidang, Dieng, dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar dengan pendekatan visual yang sederhana dan natural.

 


Fase Emosional, tentang Harapan

Melalui album Septima, Akbvr Nayo ingin menghadirkan perjalanan emosional yang dekat dengan pengalaman manusia. "Izinkanku Bersamanya" menjadi salah satu bagian penting karena berada pada fase ketika harapan masih terbuka dan keinginan untuk bersama belum berubah menjadi kehilangan.

"Izinkanku Bersamanya berada pada fase ketika semuanya masih mungkin. Ketika harapan belum berubah menjadi kehilangan, dan keinginan untuk bersama masih terasa layak diperjuangkan. Karena sebelum sebuah cerita berakhir, selalu ada masa ketika seseorang masih berharap cerita itu tidak pernah selesai," pungkas Akbvr Nayo .

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya