5 Fakta Panas Jelang Malaysia vs Indonesia

Kedua negara bertemu pada FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/9/2026).

oleh Vincentius AtmajaDiterbitkan 26 September 2026, 19:46 WIB
Duel timnas Indonesia dan Malaysia. (AFP/Roslan Rahman)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menjamu Malaysia pada laga kedua Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Pertemuan dua seteru serumpun ini kembali datang dalam kondisi klasemen yang ketat. Malaysia memuncaki Grup A usai menang 3-0 atas Bangladesh, sementara Timnas Indonesia membayangi setelah menaklukkan Singapura 2-0. Posisi puncak sementara milik Malaysia berkat selisih gol.

Rivalitas keduanya berlangsung sejak 1957 dan kerap menyita perhatian di dalam maupun luar lapangan. Menjelang kick-off, berikut lima fakta yang mengiringi bentrok kedua negara.


1. Pertemuan ke-86

Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata (kiri) usai melawan Malaysia pada laga perdana Grup G Penyisihan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion GBK, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Indonesia kalah 2-3. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Timnas Indonesia dan Malaysia telah 85 kali berhadapan dalam pertandingan yang tercatat.

Partai ini menandai duel ke-86 bagi kedua negara.

Dalam rekor head to head itu, Malaysia mengoleksi 34 kemenangan, Timnas Indonesia 33, dan 18 laga berakhir imbang.

Catatan tersebut dimulai sejak pertemuan 7 September 1958 pada ajang Piala Merdeka.

Jika Timnas Indonesia menang, rekor kemenangan kedua kubu akan seimbang untuk pertama kalinya.


2. Perang Pemain Naturalisasi

Ragnar Oratmangoen (11) melakukan selebrasi bersama Ole Romeny setelah mencetak gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Singapura dalam laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Timnas Indonesia menempati urutan kedua dengan mengerahkan 18 pemain diaspora yang berkarier di BRI Super League dan sejumlah kompetisi Eropa.

Meski tanpa Jay Idzes, pilihan masih melimpah: Maarten Paes, Kevin Diks, Emil Audero, Thom Haye, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Mitchell Baker hingga Luke Vickery.

Di kubu seberang, Malaysia membawa 12 pemain berstatus naturalisasi, terdiri dari sembilan pemain keturunan dan tiga alih status kewarganegaraan.

Tiga nama terakhir itu adalah Bergson da Silva (Brasil), Manuel Hidalgo (Argentina), dan Paulo Josue (Brasil).


3. Bak Laga Final

Situasi grup membuat duel ini terasa seperti final kepagian. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk mengamankan puncak Grup A.

Malaysia memimpin dengan tiga poin dan selisih gol plus tiga, sedangkan Timnas Indonesia memiliki poin sama namun selisih gol lebih kecil satu.

Pemenang laga berpeluang besar melaju ke final karena hanya perlu menambah satu poin pada partai terakhir.

Format FIFA ASEAN Cup tidak menyertakan babak semifinal; setiap juara grup langsung bertemu di partai puncak.

Lanjut Baca:

Perseteruan Indonesia–Malaysia juga sering merembet ke level suporter. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, 5 September 2019, insiden terjadi di SUGBK setelah tuan rumah kalah 2-3. Menjelang akhir laga, sebagian suporter tuan rumah melompati pagar dan berupaya mendekati tribune tim tamu. Pendukung Malaysia baru bisa meninggalkan stadion sekitar tengah malam. Ketegangan kembali muncul pada pertemuan kedua, 19 November 2019, di Kuala Lumpur. Sehari sebelum pertandingan, beberapa suporter Timnas Indonesia menjadi korban pengeroyokan di sekitar Bukit Jalil. Di dalam stadion, terjadi saling lempar botol dan flare. Usai laga, sejumlah suporter Indonesia sempat tertahan demi alasan keamanan karena area luar stadion masih dipadati pendukung tuan rumah. Sebanyak 41 orang diamankan terkait kejadian tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya