Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membuka perjalanan di Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB.
Ragnar Oratmangoen membuka skor pada menit ke-15, lalu Ole Romeny menggandakannya di menit ke-73.
Advertisement
Skuad besutan John Herdman tampil dominan dan impresif. Penguasaan bola tercatat mencapai 57 persen berbanding 47 persen, mencerminkan kontrol permainan yang kuat sejak awal laga.
Hasil tersebut menempatkan Timnas Indonesia di posisi kedua klasemen sementara Grup A, membayangi Malaysia yang baru saja menang 3-0 atas Bangladesh. Dari performa kolektif itu, tiga pemain tampil paling menonjol dan menjadi kunci kemenangan Garuda.
Ole Romeny
Striker 26 tahun ini menjadi figur sentral dalam serangan Timnas Indonesia. Perannya terasa dominan dari menit awal hingga akhirnya menuntaskan tugas dari titik putih untuk gol kedua Garuda.
Romeny berkali-kali membongkar organisasi pertahanan Singapura. Mobilitasnya tinggi, membuka ruang, dan kerap menghadirkan umpan kunci yang membuat rekan setim mendapatkan peluang.
Tekanan yang ia berikan memaksa barisan belakang lawan beberapa kali melakukan pelanggaran, bahkan berujung kartu kuning. Situasi itu membantu Indonesia mempertahankan momentum di area sepertiga akhir.
Peluang emas Romeny hadir di babak kedua saat tembakan kaki kirinya menyusur tanah melebar tipis dari gawang. Ancaman yang konsisten itu berpuncak pada eksekusi penalti yang mempertegas keunggulan Indonesia.
Luke Vickery
Debut Luke Vickery bersama Timnas Indonesia langsung mencuri perhatian. Untuk pertama kalinya mengenakan seragam Merah-Putih, pemain 20 tahun itu dipasang sebagai starter di pos penyerang kanan oleh John Herdman.
Kontribusi krusial Vickery datang lewat satu assist untuk gol pembuka Ragnar Oratmangoen. Akselerasi dari sisi kanan diakhiri umpan silang terukur ke kotak penalti yang diselesaikan Ragnar dengan tenang.
Setelah gol tersebut, Vickery tetap aktif menebar ancaman. Tusukan dan umpan-umpan silangnya memberi variasi serangan dan menjaga lini belakang Singapura dalam tekanan.
Vickery ditarik keluar pada menit ke-78 dan digantikan Rizky Ridho. Selain memberi dampak langsung di laga ini, kehadirannya menambah kedalaman serta opsi taktik di lini depan Timnas Indonesia.
Ragnar Oratmangoen
Ragnar menjadi pemecah kebuntuan dengan gol pembuka Indonesia ke gawang Singapura. Penyelesaian tenangnya lahir dari pergerakan tepat di kotak penalti untuk menyambar umpan silang dari sisi kanan.
Sepanjang tampil, Ragnar aktif merusak konsentrasi lini belakang Singapura yang dipimpin Harris Harun. Pergerakan tanpa bola serta intensitas duelnya menyulitkan lawan untuk menjaga area berbahaya.
Ia hampir menorehkan assist untuk Ole Romeny, namun peluang itu melebar dari sasaran. Kombinasinya di lini depan memberi Indonesia dimensi serangan yang variatif.
Pemain Persib Bandung tersebut harus mengakhiri laga lebih cepat. Ragnar terlihat pincang usai berduel dengan pemain Singapura dan digantikan Ivar Jenner pada menit ke-63.