MRT Tawarkan Singapura Kembangkan TOD Blok M, Kota hingga Lebak Bulus

MRT menawarkan sejumlah aset yang dapat dikembangkan bersama investor.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 24 September 2026, 21:30 WIB
MRT Jakarta Tawarkan Proyek TOD Blok M hingga Kota ke Investor Singapura

Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta menawarkan sejumlah proyek pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) kepada investor Singapura. Langkah ini membuka peluang masuknya investasi asing untuk pengembangan kawasan TOD di Jakarta.

Division Head Property Management Division PT MRT Jakarta, Muchamad Iqbal Bimo Arifianto, mengatakan MRT Jakarta tidak menetapkan target nominal investasi. Namun, perusahaan menawarkan sejumlah aset yang dapat dikembangkan bersama investor.

“Kita sudah menawarkan opsi-opsi aset. Opsi-opsi aset tadi dari Blok M, lalu ada di Kota, ada Lebak Bulus juga, ada titik-titik tapi paling banyak di Kota,” kata Bimo dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Bimo, satu aset dapat dikembangkan oleh lebih dari satu investor sehingga peluang investasi tidak terbatas pada satu perusahaan.

“Jadi kita tawarkan bukan target nominal, tapi juga target aset. Tapi tidak satu aset itu bisa menjadi beberapa investasi, tidak hanya dari satu perusahaan saja,” ujarnya.

Bimo menyebut MRT Jakarta saat ini masih mengutamakan investor lokal. Namun, perusahaan mulai membuka peluang lebih luas bagi investor asing, termasuk dari Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

“Kita akan tetap membuka peluang-peluang dari investor-investor, terutama saat ini dilakukan di Singapura gitu ya, di Asia Tenggara, dan bahkan kita mungkin bisa lebih luas ke mancanegara,” jelas Bimo.

Salah satu proyek yang ditawarkan kepada investor asing adalah pengembangan kawasan Blok M. Menurut Bimo, keterlibatan investor asing diharapkan tidak hanya membawa tambahan pendanaan, tetapi juga pengetahuan mengenai pengembangan kawasan TOD.

“Ini karena investor-investor bukan hanya membawa (bantuan dana) pembangunan bagi Jakarta, tapi juga membawa ilmu, bagaimana mereka develop (proyek TOD) di sana seperti apa,” kata Bimo.

 

Tiru Pengembangan TOD Negara Lain

Menurut dia, pengalaman pengembangan kawasan di negara lain dapat menjadi referensi bagi MRT Jakarta dalam mengembangkan TOD di Jakarta.

“Kita dapat pengembangan uang dan kota, tapi juga mendapatkan ilmu secara tidak langsung,” ujarnya.

Adapun TOD Investment Forum 2026 bertema From Singapore to Jakarta: Capitalizing on Urban Density and Connectivity digelar MRT Jakarta bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Surbana Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore.

Forum tersebut mempertemukan investor, pengembang, lembaga keuangan, perwakilan pemerintah, dan mitra strategis untuk membahas peluang kerja sama pengembangan TOD oleh MRT Jakarta dan BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam forum tersebut, MRT Jakarta turut memaparkan sejumlah proyek yang direncanakan untuk dikembangkan, yakni Kali Besar Heritage, Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, serta Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya