AS-China Sepakat Perpanjang Gencatan Dagang 2 Bulan

AS dan China memperpanjang gencatan dagang Kesepakatan Busan hingga 10 Januari, dari jadwal awal berakhir pada 10 November.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 24 September 2026, 12:20 WIB
Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat dan China sepakat memperpanjang gencatan dagang terkait penerapan tarif impor tinggi selama 2 bulan. Dari awalnya berakhir pada 10 November 2026 menjadi 10 Januari 2027. Langkah ini juga demi memastikan pasokan logam tanah jarang tetap mengalir.

Ini diungkapkan langsung Menteri Keuangan AS Scott Bessent, setelah bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dalam pertemuan tak terjadwal di Washington, AS.

"Kami akan memperpanjang apa yang kami sebut Kesepakatan Busan, yakni détente ekonomi kedua negara yang dijadwalkan berakhir pada 10 November. Itu akan diperpanjang hingga 10 Januari," ujar Bessent, dikutip dari Anadolu Ajansı, Kamis (24/9/2026).

Kesepakatan Busan merupakan kerangka détente ekonomi yang meredakan ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Namanya sendiri diambil dari kota di Korea Selatan tempat kerangka itu disepakati.

Meski demikian, Bessent menilai sejumlah deliverables atau hasil yang dijanjikan dari pihak China belum sempurna. Ia menyebut AS ingin melihat pelaksanaan yang lebih baik dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, AS telah menyampaikan ekspektasinya secara langsung kepada pihak China, yakni supaya Beijing bisa totalitas dalam menjalankan isi kesepakatan.

Perpanjangan ini memberi ruang tambahan bagi Washington dan Beijing untuk memastikan seluruh komitmen dagang berjalan sesuai rencana sebelum tenggat baru tiba.

Bessent juga mengisyaratkan adanya pengumuman lanjutan beberapa hari ke depan oleh delegasi China, salah satunya berupa kesepakatan pembelian lebih banyak produk pertanian AS. Selain itu, terbuka peluang kesepakatan baru di sektor jasa keuangan meski belum dijelaskan lebih lanjut.

Langka, Trump Sambut Langsung Xi Jinping Saat Tiba di Bandara AS

Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping di Joint Base Andrews, AS. (AP Photo/Alex Brandon)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut kedatangan Presiden China Xi Jinping di Washington, DC, untuk kunjungan selama tiga hari. Keduanya dijadwalkan menggelar pembicaraan tingkat tinggi yang mencakup isu perdagangan, Taiwan, hingga kecerdasan buatan (AI).

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (24/9/2026), Xi tiba di Joint Base Andrews, di luar ibu kota AS, pada Rabu. Kedatangan tersebut berlangsung setelah pemerintahan Trump mengumumkan bahwa AS dan China sepakat memperpanjang kesepakatan perdagangan selama 11 bulan yang sebelumnya memberikan keringanan sementara dari tarif tinggi.

Trump bahkan mengambil langkah yang jarang dilakukan dengan menemui langsung Xi saat tiba. Menurut media AS, ini menjadi pertama kalinya dalam 11 tahun seorang presiden AS menyambut pemimpin asing di pangkalan militer tersebut.

Dalam upacara penyambutan, Trump dan Xi bersama istri masing-masing berjabat tangan, berbincang selama beberapa menit, kemudian berfoto bersama. Acara tersebut berlangsung diiringi penampilan band militer, dentuman meriam, serta penerbangan pesawat pembom militer B-1 di atas lokasi.

Dalam pernyataan tertulis setelah kedatangan tersebut, Xi mengatakan China dan AS seharusnya menjadi mitra, bukan rival.

Menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua, Xi menyebut kebangkitan besar bangsa China dan upaya membuat Amerika kembali hebat dapat berjalan beriringan, saling melengkapi, serta memberikan manfaat bagi dunia.

 

Pertemuan Penting

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, Kamis (14/5/2026). (Dok. Gedung Putih)

Pertemuan langsung Trump dengan Xi menunjukkan pentingnya hubungan Washington dan Beijing. Pertumbuhan ekonomi China yang pesat dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah negara tersebut menjadi kekuatan global yang mampu menyaingi AS.

Kunjungan Xi ke Washington berlangsung setelah sebelumnya Trump berkunjung ke Beijing pada Mei.

Selama berada di Washington, Xi dijadwalkan menghadiri jamuan makan kenegaraan yang akan dihadiri para pemimpin industri teknologi AS. Ia juga akan mengikuti upacara militer di Gedung Putih dan mengunjungi National Archives, tempat penyimpanan sejumlah dokumen bersejarah dan budaya penting, termasuk Konstitusi AS dan Deklarasi Kemerdekaan.

Menurut para analis, pembicaraan Trump dan Xi kemungkinan mencakup perang AS-Israel terhadap Iran, kesepakatan perdagangan AS-China, AI, serta hubungan AS dengan Taiwan. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pulau tersebut memiliki pemerintahan sendiri.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Fox News pada Rabu bahwa dirinya telah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menjelang kunjungan Xi. Pertemuan itu dilakukan untuk melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan yang lebih besar, bukan sekadar serangkaian kesepakatan kecil.

"Kami telah sepakat hari ini untuk memperpanjang apa yang kami sebut Kesepakatan Busan," kata Bessent.

Kesepakatan tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November. Kini, masa berlakunya diperpanjang hingga 10 Januari, menurut Bessent.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya