Prediksi Italia vs Belgia: Duel Dua Pelatih Baru di Kota Roma

Prediksi Italia vs Belgia di Nations League 2026-27. Simak kondisi skuad, pelatih baru, pemain kunci, rekor pertemuan, dan prediksi skor.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 September 2026, 09:33 WIB
Pio Esposito (Italia) dikepung pemain Norwegia dalam laga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 di San Siro, 17 November 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Italia vs Belgia menjadi salah satu laga pembuka Grup 1 UEFA Nations League A 2026-27. Kedua tim akan bertemu di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) pukul 01.45 WIB.

Pertandingan ini menghadirkan dua tim yang sama-sama memulai era baru bersama pelatih berbeda. Roberto Mancini kembali menangani Italia, sedangkan Belgia menunjuk Mark van Bommel setelah Rudi Garcia meninggalkan jabatannya.

Kedua tim juga membawa sejumlah perubahan dalam komposisi skuad. Italia mulai memberikan ruang bagi pemain muda setelah kembali gagal lolos ke Piala Dunia, sementara Belgia masih mengandalkan Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku di tengah regenerasi.


Mancini Kembali Membenahi Italia

5. Roberto Mancini – Legenda Lazio ini baru saja membawa timnas Italia lolos ke Euro 2020. Sebelumnya ia juga telah sukses membawa Inter Milan dan Manchester City merengkuh titel juara. (AFP/Marco Bertorello)

Italia kembali harus menerima kenyataan pahit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Gli Azzurri finis di bawah Norwegia dalam fase kualifikasi sebelum menyingkirkan Irlandia Utara pada semifinal playoff.

Namun, Bosnia-Herzegovina kemudian menghentikan langkah Italia melalui adu penalti. Kegagalan tersebut membuat Gennaro Gattuso kehilangan pekerjaannya dan membuka jalan bagi kembalinya Mancini.

Pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020 itu kini mendapatkan tugas membangun kembali tim. Mancini juga memasukkan sejumlah pemain baru dalam skuad 34 pemain yang dipersiapkan untuk laga internasional September.

Gianluigi Donnarumma akan menjadi kapten Italia. Di lini depan, Moise Kean, Gianluca Scamacca, Sebastiano Esposito, dan Pio Esposito bersaing mendapatkan tempat, dengan Pio memiliki catatan lima gol dalam sembilan penampilan internasional sejak debutnya pada kualifikasi Piala Dunia 2026.


Belgia Mulai Era Van Bommel

Pemain Belgia Kevin De Bruyne (7) melepaskan tembakan ke arah gawang dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026. (AP Photo/Lindsey Wasson)

Belgia juga memasuki periode baru setelah Mark van Bommel dipercaya menjadi pelatih. Mantan pelatih PSV, Wolfsburg, dan Antwerp tersebut menggantikan Rudi Garcia yang sebelumnya membawa Belgia hingga perempat final Piala Dunia 2026.

Perjalanan Belgia di turnamen tersebut berakhir setelah kalah tipis dari Spanyol. Sebelum hasil tersebut, mereka sempat mencatatkan 18 pertandingan tanpa kekalahan.

Van Bommel masih dapat mengandalkan pengalaman Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku. Namun, regenerasi mulai terlihat melalui masuknya pemain seperti Mika Godts, Romeo Lavia, Malick Fofana, dan Matias Fernandez-Pardo.

Belgia juga menghadapi beberapa persoalan di sektor pertahanan. Thibaut Courtois dan Mats Selz tidak tersedia, sedangkan Andre Onana serta Leandro Trossard absen karena kondisi masing-masing.

Lanjut Baca:

Italia memiliki catatan positif dalam pertemuan terbaru kedua negara. Mereka memenangkan empat dari lima pertemuan terakhir, sedangkan Belgia hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan dalam catatan mereka di Nations League melawan Gli Azzurri. Namun, situasi kedua tim saat ini cukup berbeda dibanding pertemuan sebelumnya. Mancini dan Van Bommel sama-sama masih mencari komposisi ideal sehingga permainan kedua negara berpotensi belum berjalan maksimal. Italia juga kehilangan Alessandro Bastoni karena skorsing. Federico Dimarco, Bryan Cristante, dan Manuel Locatelli turut absen akibat cedera sehingga Mancini harus mengandalkan sejumlah pemain alternatif. Di kubu Belgia, Youri Tielemans diperkirakan mengenakan ban kapten. Romeo Lavia dapat menjadi opsi di lini tengah, sementara Mika Godts menawarkan tambahan kecepatan untuk membongkar pertahanan Italia. Pertandingan diperkirakan berlangsung hati-hati karena kedua pelatih masih berada pada tahap awal membangun tim. Italia memiliki keuntungan bermain di Roma, tetapi Belgia mempunyai pengalaman serta kualitas individu yang cukup untuk mengimbangi tuan rumah. Dengan kondisi tersebut, laga berpotensi menghasilkan sedikit peluang bersih. Kedua tim kemungkinan lebih memilih menjaga struktur permainan daripada mengambil risiko besar pada pertandingan pertama. Prediksi skor: Italia 1-1 Belgia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya