Altcoin Season Mulai Terlihat, tapi Mayoritas Investor Kripto Masih Merugi

Indeks altcoin season naik, tetapi kurang dari 25% pasokan altcoin masih berada dalam posisi untung.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 September 2026, 15:10 WIB
Ilustrasi altcoin season (altseason) atau musim altcoin. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Altcoin season mulai menunjukkan momentum penguatan. Namun, data Glassnode menunjukkan mayoritas pemegang altcoin masih berada dalam posisi rugi.

Mengutip The Coin Republic, Kamis (24/9/2026), kurang dari 25% pasokan beredar dari altcoin median berada dalam posisi untung. Artinya, kenaikan harga terbaru belum membuat sebagian besar pemegang altcoin kembali mencatat keuntungan. 

Meski demikian, semakin banyak altcoin yang mulai berpartisipasi dalam reli pasar kripto secara lebih luas.

Data terbaru Glassnode menunjukkan perubahan penting dalam beberapa bulan terakhir. Sinyal siklus altcoin beralih dari Bitcoin season menjadi altcoin season setelah reli terbaru mulai menyebar ke aset selain Bitcoin.

Pada reli Agustus, Glassnode mencatat banyak altcoin bergerak relatif datar, sementara Bitcoin mengambil sebagian besar keuntungan pasar.

Pergerakan terbaru lebih merata dan melibatkan lebih banyak aset kripto.

Perubahan tersebut turut mendorong Altcoin Season Index. Menurut CoinMarketCap, indeks berada di level 49 dari 100 pada 22 September, naik dari 32 sepekan sebelumnya dan 40 sebulan sebelumnya.

 

Mengapa Titik Impas Penting?

(Ilustrasi Altseason by AI)

Kenaikan indeks menunjukkan adanya perbaikan yang lebih luas, tetapi tidak berarti sebagian besar altcoin telah memulihkan kerugian sebelumnya.

Data profitabilitas terbaru Glassnode memperjelas kondisi tersebut. Altcoin median memiliki kurang dari seperempat pasokannya dalam posisi untung.

Dengan demikian, lebih dari tiga perempat pasokan yang diukur masih berada di bawah cost basis on-chain, atau harga ketika token tersebut terakhir berpindah di jaringan.

Kondisi ini menunjukkan masih ada pasokan dalam jumlah besar yang berpotensi mendekati titik impas seiring harga altcoin pulih.

Metrik pasokan dalam posisi untung membandingkan harga pasar saat ini dengan harga ketika token terakhir berpindah di blockchain.

Token yang diperoleh di bawah harga pasar saat ini dianggap berada dalam posisi untung. Sebaliknya, token yang diperoleh pada harga lebih tinggi masih berada dalam posisi rugi.

Ketika harga altcoin terus pulih, investor yang sebelumnya merugi dapat semakin mendekati harga pembelian awal.

Data Glassnode menunjukkan masih terdapat banyak pemegang altcoin yang belum kembali mencatat keuntungan.

Penguatan Pasar Kripto Makin Meluas

(Ilustrasi Altcoin by AI)

Glassnode juga menyebut puncak pasar secara umum terjadi ketika mayoritas pasokan berada dalam posisi keuntungan yang besar. Berdasarkan data terbaru, kondisi tersebut belum tercapai.

Hal ini penting dalam melihat narasi altcoin season saat ini. Kenaikan indeks dapat menunjukkan kinerja altcoin yang semakin kuat dibandingkan Bitcoin, tetapi belum berarti mayoritas pemegang altcoin telah memulihkan kerugiannya.

Kenaikan partisipasi altcoin terjadi bersamaan dengan pemulihan pasar kripto secara lebih luas.

Data CoinMarketCap yang dikutip The Coin Republic menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global menembus US$ 3 triliun pada 22 September.

Bitcoin ditutup di sekitar US$ 86.000, sedangkan Ether berada di sekitar US$ 2.740 dan mencatat kenaikan hampir 10% dalam tujuh hari.

Sejumlah altcoin juga mencatat kenaikan besar dalam 90 hari. PONS naik 636,36%, USELESS 350,75%, ZEC 264,84%, PUMP 224,61%, UNI 198,64%, RAY 196,53%, dan ARB 178,20%.

NEAR naik 131,78%, SOL 69,40%, ADA 66,82%, dan ETH 65,14%.

Meski demikian, kenaikan 90 hari tersebut tidak otomatis menghapus kerugian investor yang membeli pada harga lebih tinggi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya