BPBD Waspadai Banjir Susulan di Tanggamus Lampung

BPBD Lampung mewaspadai banjir susulan setelah tanggul Sungai Belu jebol 200 meter.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 23 September 2026, 12:55 WIB
Banjir bandang yang terjang Kabupaten Tanggamus, Lampung disebabkan tanggul Sungai Belu jebol sepanjang sekitar 200 meter (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mewaspadai potensi banjir susulan di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus. Ancaman tersebut muncul setelah tanggul Sungai Belu dilaporkan jebol sepanjang sekitar 200 meter, pada Selasa (22/9) malam.

Kepala BPBD Lampung, Aswarodi, mengatakan, kondisi banjir yang sebelumnya menerjang sejumlah pekon di Tanggamus kini mulai surut. Warga yang sempat mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.

Menurut dia, sejumlah kebutuhan penanganan darurat juga telah dilakukan. Alat berat seperti ekskavator sudah didistribusikan untuk membantu proses pembersihan material lumpur dan dampak banjir.

"Informasi yang kami terima semalam, air sudah mulai surut. Masyarakat juga sudah mulai kembali ke rumah," kata Aswarodi kepada Liputan6.com, Rabu (23/9/2026).

Namun, persoalan utama yang kini menjadi perhatian BPBD adalah kerusakan tanggul Sungai Belu. Tanggul yang jebol sepanjang kurang lebih 200 meter dinilai perlu segera ditangani untuk mencegah banjir kembali terjadi apabila hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

"Yang menjadi kendala, tanggul Sungai Belu ada yang jebol kurang lebih sekitar 200 meter. Ini yang perlu penanganan segera. Antisipasi kalau hujan turun lagi jangan sampai terjadi banjir," ungkapnya.

Aswarodi mengatakan penanganan awal tanggul akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan segera sebagai upaya mengantisipasi banjir susulan.

Sementara untuk penanganan permanen, perbaikan tanggul akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Lampung melalui instansi yang menangani sumber daya air.

"Kita sepakati untuk penanganan awal, antisipasi terjadi hujan lagi, dilakukan oleh kabupaten melalui BTT," jelasnya.

Menurut Aswarodi, kawasan Sungai Semaka merupakan wilayah yang menjadi kewenangan pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. Karena itu, perbaikan lebih lanjut nantinya dapat diusulkan melalui Bappeda Provinsi untuk ditangani instansi terkait.

"Untuk perbaikan tanggul sudah saya laporkan ke Pak Sekda. Akan dikoordinasikan dengan Sekda Provinsi untuk ditangani oleh PSDA Provinsi," katanya.

 

350 KK Terdampak

BPBD Lampung mencatat sekitar 350 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di sejumlah wilayah Tanggamus berdasarkan laporan BPBD setempat.

Aswarodi menyebut data tersebut berasal dari dua lokasi terdampak, dengan masing-masing wilayah melaporkan sekitar 150 dan 100 KK.

"Yang tercatat ke kami ada dua lokasi, yang empat desa dan dua desa. Masing-masing 100 dan 150 yang terlaporkan ke BPBD Kabupaten Tanggamus," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus telah menyalurkan bantuan, termasuk sembako.

Meski banjir telah surut dalam beberapa jam, Aswarodi mengingatkan kondisi tersebut tidak berarti ancaman telah sepenuhnya berakhir.

"Bencana hidrometeorologi di Provinsi Lampung ini tipologinya tidak permanen. Paling dalam waktu tiga sampai empat jam sudah surut lagi," sebutnya.

Namun, hujan deras kembali dapat memicu banjir karena kondisi tanggul belum sepenuhnya tertangani.

"Kalau malam ini terjadi hujan lebat lagi, ada potensi banjir lagi karena tanggulnya ada yang bocor. Ini yang segera harus kita tangani," tegas Aswarodi.

 

Kesiapan Jalur Evakuasi

Selain perbaikan tanggul, BPBD Lampung meminta BPBD Tanggamus memastikan kesiapan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian jika banjir kembali terjadi.

Pembersihan rumah warga yang terdampak lumpur juga masih dilakukan dengan dukungan petugas pemadam kebakaran, BPBD, Dinas Sosial, perangkat kecamatan, serta masyarakat melalui gotong royong.

Aswarodi mengatakan kesiapsiagaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) juga harus dipastikan berfungsi. Sistem tersebut penting agar masyarakat dapat segera mengetahui apabila terjadi kenaikan debit air.

"Kita sudah mengimbau seluruh kepala BPBD melalui surat yang ditandatangani Pak Sekda untuk memastikan jalur evakuasi, tempat pengungsian, dan sebagainya. Termasuk EWS ketika terjadi air naik, ini sudah segera harus dilakukan," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya