Liputan6.com, Jakarta - Malam mencekam dirasakan warga saat banjir bandang menerjang wilayah Solok, Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin (21/9/2026) malam.
Banjir itu menghantam ratusan rumah. Warga panik dan harus berjuang menyelamatkan diri. Salah satunya Muhammad Nurzein.
Advertisement
Nurzein yang kini berusia 56 tahun harus mendapat penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit (RS) M Djamil Padang. Nurzein sebelumnya menjalani perawatan di Semen Padang Hospital.
Namun, karena mengalami sejumlah cedera akibat banjir bandang, dia kemudian dirujuk ke RS M Djamil Padang pada Selasa (22/9/2026).
"Rumah Sakit M Djamil akan berusaha secara maksimal untuk menyembuhkan korban," kata Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M Djamil Padang Rizki Rasyidi, Rabu (23/9/2026).
Menurut Rizki, Nurzein mengalami multiple trauma atau cedera pada beberapa bagian tubuh. Cedera itu meliputi trauma pada bagian dada dan perut.
Dia juga mengalami patah tulang terbuka pada tulang tumit kaki kanan atau open fracture calcaneus dextra. Kondisi itu berdasarkan pemeriksaan medis.
Alami Syok Hipovolemik
Tak hanya cedera, Nurzein juga sempat mengalami syok hipovolemik akibat banjir bandang menerjang. Beruntungnya, kondisi syok hipovolemik yang dialami Nurzein kini telah membaik.
Namun, dia masih membutuhkan pemantauan dan penanganan medis karena mengalami beberapa cedera sekaligus.
"Meskipun kondisi syok hipovolemiknya telah membaik, pasien masih membutuhkan pemantauan dan penanganan karena tubuhnya mengalami beberapa jenis cedera sekaligus," jelas Rizki.
Rizki memastikan, RS M Djamil Padang akan menangani Nurzein secara menyeluruh. Tim medis akan memprioritaskan cedera yang membutuhkan penanganan terlebih dahulu dan terus memantau perkembangan kondisinya.
"Sebagai rumah sakit rujukan kami akan memberikan pelayanan dan penanganan medis yang optimal bagi korban bencana, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien," kata Rizki.
Penanganan dilakukan secara berkelanjutan melalui kesiapan tim medis, pemantauan kondisi pasien, serta koordinasi pada setiap tahapan perawatan.