Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai ke Istana, Bahas Apa?

Djaka tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 22 September 2026, 16:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9/2026). Djaka mengaku belum mengetahui alasan dirinya dipanggil Prabowo.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Djaka tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Dia datang seorang diri.

"Belum tahu," ucap Djaka singkat saat ditanya wartawan soal kedatangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Djaka kemudian enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Dia langsung berjalan menuju area dalam Istana.

"Oh enggak, enggak. Maaf yaa," kata Djaka.

Pesan Menkeu

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meminta jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memperkuat pengawasan terhadap komoditas impor ilegal. Langkah ini dilakukan dengan mengandalkan integritas Sumber Daya Manusia (SDM), modernisasi teknologi, serta perbaikan proses bisnis.

Suahasil menilai, penindakan terhadap aksi penyelundupan memerlukan kombinasi dari ketiga unsur tersebut agar pengawasan makin efektif tanpa mengganggu arus barang yang dibutuhkan perekonomian.

"Memperkuat pengawasan itu menggunakan seluruh alat yang kita miliki. Nomor satu, yang paling penting adalah sumber daya manusia," ujar Suahasil dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Suahasil mendesak seluruh aparat pengawasan di lapangan untuk selalu bekerja tertib, disiplin, kompeten, dan menjaga integritas. Ia menegaskan, fungsi pengawasan tidak akan berjalan optimal jika petugas di lapangan justru bermasalah.

"Tidak mungkin membersihkan kalau yang membersihkan itu tidak bersih. Jadi saya minta semua aparat pengawasan yang ada di lapangan memastikan bekerja dengan tertib, disiplin, terus meningkatkan kompetensi, dan berintegritas," tegas Suahasil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya