Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara dan sejumlah lokasi lainnya. Salah satu yang terjaring dalam OTT tersebut adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena.
OTT tersebut diduga berkaitan dengan proyek infrastruktur di Kabupaten Bolmut. Meski demikian, belum dijelaskan secara rinci peran Sirajudin dalam perkara tersebut hingga ikut ditangkap. Lantas siapakah sosok Sirajudin?
Advertisement
Sirajudin lahir di Boroko, Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara pada 8 Januari 1975. Dia menjabat bupati Bolaang Mongondow Utara setelah bersama wakilnya Mohammad Aditya Pontoh, memenangkan pilkada lalu.
Dalam sejumlah penelusuran, Sirajudin atau akrab disapa Udin Lasena merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara dan tumbuh di dalam keluarga yang sederhana.
Ia mengawali pendidikannya di Sekolah Dasar SD Negeri IV Boroko, dilanjut ke Pendidikan Menengah Pertamanya, SMP Negeri 1 Kaidipang. Lalu ia melanjutkan Pendidikan Menengah Atasnya dengan merantau ke Kota Palu, Sulawesi Tengah di SMEA Negeri Palu dan lulus pada tahun 1995. Kemudian meraih gelar Sarjana dengan mengambil Jurusan Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu. Lalu melanjutkan pendidikan Magister di Universitas Gadjah Mada dengan meraih gelar M.Ec.Dev., dan mengambil program Doktor di Universitas Negeri Gorontalo.
Aktif di Sejumlah Organisasi
Sebelum memimpin Bolmut, berbekal pengalaman organisasi dan pengabdian yang diperolehnya sejak masa pendidikan, Sirajudin Lasena mengawali kiprahnya melalui sejumlah organisasi kepemudaan. Ia dipercaya menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Kiprahnya kemudian berlanjut dengan dipercaya sebagai Majelis Pertimbangan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) pada 2015. Setahun kemudian, ia bergabung sebagai anggota Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Sementara itu, pada 2022 hingga 2024, Sirajudin dipercaya memimpin Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Bolaang Mongondow Utara.
Pengalaman di berbagai organisasi tersebut menjadi bekal terjun ke birokrasi pemerintahan. Kariernya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara cukup malang melintang. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Kiprahnya di pemerintahan kemudian berlanjut di tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Pada 2023, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara.
Pada tahun yang sama, Sirajudin Lasena ditunjuk sebagai Penjabat (Pj.) Bupati Bolaang Mongondow Utara untuk periode 2023-2024. Setelah menduduki sejumlah posisi penting, Sirajudin coba peruntungan dengan di dunia politik. Dia tercatat sebagai kader PDIP. Dari situlah, Sirajudin Lasena coba mengikuti kontestasi politik sebagai calon bupati Bolaang Mongondow Utara.
Tetapi, perjalanan karir Sirajudin terhenti setelah diamankan KPK bersama sejumlah pihak lainnya. Secara keseluruhan, KPK mengamankan 14 orang dalam OTT yang dilakukan di Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan untuk mendalami perkara tersebut. Rincian mengenai konstruksi perkara, proyek yang terkait, serta status hukum masing-masing pihak akan disampaikan KPK setelah proses pemeriksaan dan ekspose perkara.
Reporter Magang: Zahraa Devana Mansur