Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Anton Sukartono Suratto mengatakan, 25 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBPP) akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan.
"Sudah mulai, dua hari sampai besok," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Advertisement
Anton menuturkan, sebelum menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR, seluruh calon tersebut telah melalui proses screening di Kementerian Luar Negeri.
"Pasti lolos. Iya, kan rekomendasi sifatnya," jelas dia.
Meski demikian, Komisi I tetap membuka ruang bagi laporan masyarakat terkait calon tertentu. Laporan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan jika memuat persoalan yang dinilai berisiko.
"Kecuali memang ada yang cacat, ada yang laporan dari masyarakat, yang kita pikir itu bahaya untuk ditaruh di tempat sana, mungkin ada," tutur Anton.
"Di Deplu udah screening banget. Meskipun dia dari karir atau non-karir, dia check and recheck gimana latar belakangnya segala macam. Kalau memang layak dia baru dikirim ke sini," jelas dia.
Berikut daftarnya:
- Irawan Ronodipuro untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, berkedudukan di Beijing.
- Baringin M.H. Panggabean untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO, berkedudukan di London.
- Desra Percaya untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan, berkedudukan di New Delhi.
- Iwan Freddy Hari Susanto untuk Kerajaan Hasyimiyah Yordania, berkedudukan di Amman.
- R. Heru Hartanto Subolo untuk Republik Yunani, berkedudukan di Athena.
- Azis Nurwahyudi untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda serta Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota.
- Sigit Suryantoro Widiyanto untuk Republik Demokratik Timor Leste, berkedudukan di Dili.
- Albert Abdi untuk Republik Tanzania, berkedudukan di Dar Es Salaam.
- R. Sigit Witjaksono untuk Republik Sudan, berkedudukan di Khartoum.
- Darianto Harsono untuk Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo.
- Winanto Adi untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City.
- Epiphania Riris Wusananingdyah untuk Republik Peru merangkap Republik Plurinasional Bolivia, berkedudukan di Lima.
- Tri Tharyat untuk Kerajaan Spanyol, berkedudukan di Madrid.
- Josef A. Nae Soi untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, berkedudukan di Manila.
- Bagus Hendraning Kobarsyih untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Astana.
- Achsanul Habib untuk Kerajaan Kamboja, berkedudukan di Phnom Penh.
- Wahyuni Refi Satya Bekti untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama.
- Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana.
- Lintang Total Paramitasari Parnohadiningrat untuk ASEAN, berkedudukan di Jakarta.
- Zaim Al Khalis Nasution untuk Republik Islam Iran, berkedudukan di Tehran.
- Ratieh Sanggarwaty untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis.
- Mohammad Iskandarsyah Derry Aman untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa.
- Dindin Wahyudin untuk Selandia Baru, berkedudukan di Wellington.
- Dewi Justicia Meidiwaty untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, berkedudukan di Vientiane.
- Yulastiawarman untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin membenarkan daftar 25 calon tersebut. "Benar," kata dia.