Liputan6.com, Jakarta - Pikap plug-in hybrid (PHEV) BYD Shark 6 tengah menjadi sorotan di pasar otomotif Australia. Pasalnya, BYD harus melakukan penarikan kembali atau recall terhadap 32.009 unit Shark 6 yang telah beredar di Negeri Kanguru.
Recall tersebut dilakukan akibat adanya potensi masalah pada rakitan dudukan roda cadangan. Komponen tersebut diketahui berisiko mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan ban serep terlepas secara tidak terkendali ketika kendaraan sedang melaju.
Advertisement
Mengutip Carscoops, Senin (21/9/2026), kampanye recall ini mencakup seluruh unit BYD Shark 6 yang telah dijual di Australia sejak model tersebut diperkenalkan sekitar dua tahun lalu.
Penarikan juga berlaku untuk seluruh varian yang tersedia di pasar Australia, mulai dari BYD Shark 6 Premium, Performance, hingga Dynamic.
Berdasarkan pemberitahuan recall, masalah tersebut berkaitan dengan rakitan dudukan roda cadangan. Penempatan baki yang tidak tepat maupun torsi pengencangan yang tidak sesuai disebut dapat memicu gesekan secara terus-menerus.
Kondisi tersebut berpotensi membuat dudukan roda cadangan mengalami kerusakan hingga akhirnya ban serep terlepas dari kendaraan.
Situasi ini tentu dapat membahayakan pengguna jalan lain yang berada di belakang BYD Shark 6, terutama ketika kendaraan melaju di jalan dengan kecepatan tinggi.
Sebagai langkah pencegahan, BYD menyarankan pemilik kendaraan yang terdampak untuk melepas ban cadangan dari bagian bawah sasis secara mandiri. Ban serep kemudian dapat dipasang kembali setelah kendaraan mendapatkan perbaikan di bengkel resmi.
BYD menyatakan perbaikan terhadap masalah tersebut tidak akan dikenakan biaya kepada pemilik kendaraan. Prosesnya meliputi penggantian komponen pada rakitan dudukan roda cadangan.
Waktu pengerjaan diperkirakan relatif singkat, yakni sekitar 30 menit. Namun, durasi penanganan dapat berbeda tergantung antrean dan jadwal di masing-masing bengkel resmi BYD.
Pemilik kendaraan yang terdampak juga telah mendapatkan pemberitahuan secara langsung melalui aplikasi BYD dan surat elektronik (surel) resmi.
Dengan adanya kampanye ini, pemilik BYD Shark 6 di Australia diimbau mengikuti instruksi yang diberikan dan segera mengatur jadwal pemeriksaan atau perbaikan kendaraan.
Penarikan kembali BYD Shark 6 bukan menjadi kasus recall pertama yang dialami BYD di pasar Australia.
Sebelumnya, pada 2022, BYD sempat menerbitkan instruksi stop-sale atau penghentian penjualan sekaligus melakukan recall terhadap SUV listrik Atto 3.
Kala itu, masalah yang ditemukan berkaitan dengan regulasi titik jangkar kursi anak (ISOFIX) pada baris belakang. Kasus tersebut menjadi salah satu tantangan awal BYD ketika mulai memperluas bisnis kendaraan listriknya di pasar Australia.
BYD Shark 6 Tetap Populer di Pasar Australia
Meski menghadapi kampanye recall dalam jumlah besar, BYD Shark 6 merupakan salah satu model pikap yang mendapatkan perhatian di pasar Australia.
Pikap berteknologi plug-in hybrid tersebut hadir di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan niaga yang menawarkan kombinasi kemampuan sebuah ute dengan teknologi elektrifikasi.
Kasus recall ini sekaligus menunjukkan bahwa komponen pendukung yang terlihat sederhana, seperti dudukan ban serep, tetap memiliki peran penting terhadap aspek keselamatan kendaraan.
Kerusakan pada komponen tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna kendaraan maupun pengguna jalan lain apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, pemilik BYD Shark 6 yang kendaraannya masuk dalam program recall perlu mengikuti instruksi dari produsen dan melakukan pemeriksaan di jaringan bengkel resmi agar potensi masalah dapat segera ditangani.