Tantangan dan Kesiapan SDM Menuju Transformasi Digital di Indonesia

Transformasi digital di Indonesia tidak lekang dari tantangan yang harus dihadapi, termasuk dari ancaman siber hingga kesiapan SDM.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 22 September 2026, 08:00 WIB
Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi Kemenko Kumham Imipas, Mamur Saputra. Liputan6.com/Aisyah Mustika Zamani

Liputan6.com, Jakarta - Semakin masif transformasi digital dalam berbagai sektor diiringi dengan tantangan yang membayangi Indonesia.

Bukan hanya sekadar soal penyediaan konektivitas fisik, tetapi juga isu perlindungan data pribadi, ancaman kejahatan siber, hingga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebagaimana disebutkan Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi Kemenko Kumham Imipas, Mamur Saputra, transformasi digital tidak berjalan tanpa hambatan.

“Tantangan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut keamanan data, kesiapan SDM, integrasi sistem, serta perubahan budaya kerja,” ujar Mamur dalam acara diskusi bertajuk 'The 3rd Digital Transformation Forum 2026' di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Dalam menghadapi tantangan, ia menegaskan kolaborasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem digital yang kuat, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Menurutnya, diperlukan penguatan keamanan siber, peningkatan kapasitas SDM, dan pembentukan kemitraan strategis dengan industri teknologi serta akademisi.

 

Tantangan Keamanan Siber

Di sektor operator seluler, ancaman kejahatan siber yang merugikan finansial masyarakat menjadi perhatian utama.

Pada kesempatan sama, Vice President Head of Ecosystem Regulatory Affairs Indosat Ooredoo Hutchison, Machdi Fauzi, mengatakan pihak industri kini secara aktif mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Salah satu contohnya dalam mengidentifikasi serta memblokir panggilan atau pesan mencurigakan secara real-time menggunakan AI. Hal ini menjadi upaya pencegahan kejahatan siber dalam jaringan internet.

Dari perspektif industri perangkat, Country General Manager Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo, serta Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Elly Noor, menekankan penerapan regulasi mengenai perlindungan data dan keamanan siber.

Selain itu, disebutkan inovasi agen AI pada perangkat pintar harus tetap menempatkan manusia sebagai pemegang kendali utama.

Penerapan Edukasi Literasi Digital

Selain itu, tantangan juga dihadapi oleh Pengurus Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mochamad Husni, yang menyoroti pentingnya edukasi literasi digital bagi para pekerja perkebunan di daerah operasional agar pemanfaatan perangkat digital tidak cepat rusak dan pekerja lebih memahami cara penggunaannya.

Dengan penguatan keamanan data beserta siber, regulasi yang adaptif, serta peningkatan kapasitas SDM, Indonesia dapat menuju ekosistem digital lebih aman, terpercaya, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya