Empat Perusahaan China Siap Listing di Bursa Hong Kong, Incar Rp 32,5 Triliun

Empat perusahaan asal China bakal menghimpun dana hingga 14,35 miliar dolar Hong Kong di Bursa Hong Kong seiring tren pemulihan pasar modal kawasan tersebut.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 21 September 2026, 15:10 WIB
Bendera Tiongkok melayang di depan gedung pencakar langit perusahaan multinasional pada 23 Februari 2018 di Shanghai, China. (Liputan6/CNBC/Getty Images)

Liputan6.com, Jakarta - Empat perusahaan asal China berencana menghimpun dana hingga 14,35 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp 32,5 triliun (asumsi kurs rupiah Rp 2.271 per dolar Hong Kong) melalui pencatatan saham di Bursa Hong Kong.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (21/9/2026), perusahaan teknologi otomasi RoboTechnik Intelligent Technology menjadi penyumbang terbesar. Perusahaan ini menawarkan sekitar 11,9 juta saham H dengan harga maksimal HK$ 436 (Rp 990.313) per saham untuk mengejar target dana sekitar HK$ 5,18 miliar atau Rp 11,7 triliun.

Jika opsi penambahan jumlah saham dan over-allotment digunakan sepenuhnya, nilai penawaran RoboTechnik berpotensi meningkat hingga HK$ 6,85 miliar atau Rp 15,5 triliun.

Sebagai informasi, RoboTechnik merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Shenzhen. Perusahaan ini memproduksi peralatan manufaktur sel fotovoltaik serta sistem perakitan dan pengujian perangkat silikon fotonik yang digunakan dalam konektivitas optik untuk pusat data serta infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Selain RoboTechnik, tiga perusahaan China lainnya yang turut menggalang dana meliputi:

  • Shenzhen Kinwong Electronic: Produsen printed circuit board (PCB) ini menargetkan dana hingga HK$ 5,10 miliar atau Rp 11,5 triliun melalui penjualan saham sekunder.
  • Red Avenue New Materials: Produsen material ini membidik dana hingga HK$ 3 miliar atau Rp 6,8 triliun dari aksi korporasi serupa.
  • Direct Drive Tech: Perusahaan penyedia solusi motor presisi ini menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan target dana HK$ 1,08 miliar atau Rp 2,4 triliun.

Keempat perusahaan tersebut dijadwalkan mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Hong Kong pada 29 September 2026.

 

Pasar IPO Hong Kong Kian Bergairah

Maraknya aksi korporasi ini berlangsung di tengah pasar IPO dan pencatatan sekunder di Hong Kong yang terus menunjukkan tren penguatan.

Data LSEG menunjukkan, perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO maupun pencatatan sekunder di Hong Kong telah menghimpun dana sekitar US$ 45,8 miliar atau Rp 816,7 triliun sepanjang 2026 hingga saat ini (dengan asumsi kurs US$ 1 terhadap rupiah). Nilai tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai US$ 24 miliar atau Rp 427,9 triliun.

Kondisi ini menegaskan kembali posisi Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan dan pasar modal paling menarik bagi perusahaan-perusahaan China untuk menggalang pendanaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya