ADHI Teken MRA dengan Kreditur, Restrukturisasi Masuk Babak Baru

Manajemen Adhi Karya (ADHI) menegaskan, restrukturisasi menjadi bagian rangkaian penyehatan perseroan menyeluruh.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 September 2026, 13:50 WIB
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) (Foto: Adhi Karya)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) bersama lembaga keuangan kreditur. Hal ini sebagai salah satu tahapan penting dalam proses penyehatan perusahaan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (21/9/2026), penandatanganan MRA menjadi tonggak penting bagi perseroan karena menandai peralihan dari proses pembahasan menuju implementasi kerangka restrukturisasi yang lebih terstruktur dan terukur.

Melalui MRA, Perseroan dan para kreditur menyepakati kerangka penataan kembali kewajiban ADHI, termasuk pengaturan terkait struktur dan mekanisme penyelesaian kewajiban sesuai kesepakatan para pihak.

Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago menuturkan, penandatanganan MRA menjadi awal dari tahapan implementasi yang membutuhkan komitmen dan konsistensi dari seluruh pihak.

“Kami optimis, dengan sinergi erat yang terjalin hari ini antara ADHI Karya, Danantara Aset Manajemen, dan lembaga perbankan kreditur, kita dapat membangun fundamental bisnis yang semakin sehat, menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di masa depan serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan dan perekonomian bangsa yang kita cintai,” ujar Zein dalam keterbukaan informasi BEI.

Zein mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari rangkaian penyehatan menyeluruh untuk memperkuat struktur keuangan, menciptakan ruang likuiditas yang lebih sehat, serta menjaga keberlangsungan usaha Perseroan dalam jangka panjang.

Adapun penandatanganan MRA juga tidak terlepas dari dukungan PT Danantara Aset Manajemen (Persero) dan kepercayaan lembaga keuangan kreditur yang menjadi bagian penting dalam proses restrukturisasi ADHI.

 

Melanjutkan Agenda Transformasi

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (7/8/2020). PT Adhi Karya akan memprioritaskan pengerjaan proyek infrastruktur berlabel proyek strategis nasional (PSN) di tengah pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Ia menuturkan, sejalan dengan proses restrukturisasi, ADHI melanjutkan agenda transformasi perusahaan dengan mengembalikan fokus pada bisnis inti engineering dan konstruksi. Perseroan juga terus mendorong streamlining organisasi dan portofolio bisnis, peningkatan operational excellence berbasis teknologi, serta penguatan efektivitas pengelolaan keuangan dan procurement.

"ADHI tetap memastikan kegiatan operasional dan pelaksanaan proyek berjalan secara normal untuk memastikan keberlangsungan usaha dan penyelesaian proyek-proyek yang menjadi tanggung jawab Perseroan,” kata dia.

Ia mengatakan, keberlanjutan bisnis konstruksi tidak hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi di sekitar proyek, serta keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat.

Ke depan, ADHI berkomitmen menjalankan implementasi MRA secara transparan dan akuntabel dengan terus menjaga komunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Perseroan akan melanjutkan penguatan tata kelola, optimalisasi portofolio bisnis, peningkatan efektivitas modal, serta selektivitas dalam perolehan kontrak baru sebagai bagian dari upaya membangun ADHI yang lebih sehat, tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan,” kata Zein.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya