Liputan6.com, Hanoi - Dalam peristiwa sejarah Revolusi Vietnam, seorang perwira Angkatan Darat Amerika Serikat, Letnan Kolonel Peter Dewey, yang bertugas di Office of Strategic Services (OSS) di Vietnam tewas ditembak di Saigon pada 26 September 1945.
Dikutip dari History.com, Sabtu (26/9/2026), Dewey adalah pemimpin dari tim beranggotakan tujuh orang yang dikirim ke Vietnam untuk mencari pilot-pilot Amerika yang hilang dan mengumpulkan informasi tentang situasi di negara tersebut setelah Jepang menyerah.
Advertisement
Menurut ketentuan Konferensi Potsdam, Inggris memiliki tanggung jawab untuk melucuti senjata tentara Jepang di sebelah selatan paralel ke-16. Namun, setelah Jepang menyerah, Ho Chi Minh dan Viet Minh menyatakan diri sebagai pemerintah Vietnam yang sah.
Hal ini membuat para pejabat kolonial Prancis dan sisa-sisa tentara Prancis yang dilucuti senjatanya dan ditahan oleh pihak Jepang marah. Mereka mendesak Mayor Jenderal Douglas D. Gracey untuk membantu mereka mengambil alih kendali. Gracey yang tidak menyukai Viet Minh ataupun perjuangan mereka, memberikan kembali senjata kepada 1.400 tentara Prancis untuk membantu pasukannya menjaga ketertiban.
Keesokan harinya, pasukan-pasukan tersebut mengusir Viet Minh dari kantor-kantor yang baru mereka tempati. Dewey bersimpati kepada Viet Minh, yang banyak di antaranya kaum nasionalis yang tidak ingin kembali dikuasai oleh kolonial Prancis. Perwira Amerika tersebut adalah seorang yang blak-blakan dan tidak lama kemudian membuat Gracey marah, menyebabkan jenderal Inggris tersebut mengusir Dewey dari Indochina.
Dalam perjalanannya menuju bandara, didampingi oleh seorang perwira OSS lainnya, Kapten Henry Bluechel, Dewey menolak untuk berhenti di pos pemeriksaan yang dijaga oleh tiga tentara Viet Minh. Ia membalas teriakan mereka dalam bahasa Prancis yang membuat mereka melepaskan tembakan dan Dewey tewas seketika.
Bluechel selamat dan melarikan diri. Kemudian diketahui bahwa pasukan Viet Minh menembak Dewey karena mengira ia adalah orang Prancis. Ia pun tercatat sebagai korban tewas pertama dari hampir 59 ribu warga Amerika yang meninggal di Vietnam.