Liputan6.com, Jakarta - PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan sepanjang 2025. Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemain perdagangan omnichannel di Indonesia tersebut membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp 22,4 triliun.
Pendapatan tersebut tumbuh 34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan penguatan kinerja Blibli di tengah dinamika industri perdagangan digital dan perubahan perilaku konsumen.
Advertisement
Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut hingga semester I 2026. Blibli mencatat pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp 14,8 triliun, naik 55% dibandingkan Rp 9,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kontribusi dari berbagai segmen usaha, termasuk ritel dan segmen institusi. Ekspansi jaringan toko fisik juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis omnichannel.
Chief Corporate Officer & Investor Relations Blibli, Eric Winarta, mengatakan pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis.
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat fundamental usaha, menjaga disiplin operasional, serta senantiasa menghadirkan nilai yang relevan dan berkelanjutan bagi pelanggan dan mitra,” ujar Eric, dikutip Minggu (20/9/2026).
Kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya Blibli memperbesar skala bisnis sekaligus membangun ekosistem yang menghubungkan layanan digital dengan jaringan fisik.
Dari E-Commerce ke Ekosistem: Cara Blibli Mengejar Pertumbuhan
Pertumbuhan Blibli tidak hanya mengandalkan transaksi melalui platform digital. Perusahaan terus memperluas model bisnisnya dengan membangun ekosistem yang menggabungkan kanal online dan offline.
Hingga akhir Juni 2026, Blibli telah mengoperasikan 326 toko elektronik konsumen, 14 toko elektronik rumah tangga, serta satu toko fesyen dan olahraga.
Selain itu, ekosistem Blibli juga diperkuat dengan 60 gerai supermarket premium Ranch Market dan 38 home and living experience center yang dioperasikan Dekoruma.
Perluasan jaringan fisik tersebut menjadi bagian dari strategi omnichannel. Dengan model ini, konsumen tidak hanya berinteraksi dengan Blibli melalui platform digital, tetapi juga dapat mengakses berbagai produk dan layanan melalui jaringan toko fisik.
Strategi tersebut kemudian diperluas melalui ekosistem Blibli Tiket. Berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari consumer electronics, perjalanan, groceries hingga home & living, diintegrasikan dalam satu ekosistem.
Salah satu langkah terbaru adalah kolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk atau BCA melalui peluncuran Kartu Kredit co-brand BCA Blibli Tiket Mastercard dengan tema “One Card More Rewards”.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Blibli menghubungkan aktivitas belanja, perjalanan dan kebutuhan gaya hidup dengan layanan finansial dalam satu pengalaman pelanggan.
Dengan demikian, strategi Blibli tidak lagi semata-mata mengejar pertumbuhan transaksi e-commerce, tetapi memperbesar nilai dari ekosistem yang dibangun.
Blibli Naik 13 Peringkat di Fortune Indonesia 100
Penguatan fundamental bisnis juga membawa Blibli naik cukup signifikan dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2026. Blibli menempati posisi 59, naik 13 peringkat dibandingkan posisi 72 pada tahun sebelumnya.
Fortune Indonesia 100 merupakan pemeringkatan 100 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan yang dicatatkan. Untuk masuk dalam daftar 2026, perusahaan harus memiliki pendapatan minimum sebesar Rp 12,31 triliun pada tahun buku 2025.
Secara keseluruhan, pendapatan 100 perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut mencapai kontribusi hingga 26,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025.
Bagi Blibli, peningkatan peringkat tersebut datang bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan dan perluasan ekosistem bisnis. Perusahaan menyebut strategi ke depan akan diarahkan pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Eric mengatakan Blibli akan tetap berfokus pada produktivitas, penguatan margin, disiplin biaya dan integrasi ekosistem.
“Ke depan, Blibli berkomitmen untuk fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, penguatan margin, disiplin biaya, serta integrasi ekosistem yang semakin erat. Kami percaya bahwa perpaduan antara kapabilitas digital, jaringan fisik yang luas, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan akan menjadi fondasi yang solid bagi penciptaan nilai jangka panjang," tutup dia.