Liputan6.com, Washington, DC - Petisi yang menyerukan agar penyanyi Amerika Serikat Pink dicopot dari perannya sebagai Duta UNICEF telah mengumpulkan lebih dari 60.000 tanda tangan terverifikasi.
Dikutip dari Anadolu, Minggu (19/9/2026), petisi tersebut muncul setelah Pink mengkritik komentar rapper Macklemore yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina saat tampil sebagai pembuka tur Ed Sheeran.
Advertisement
Diluncurkan di Change.org pada 11 September, petisi itu meminta UNICEF meninjau kembali peran Pink. Penyelenggara menilai pernyataan terbaru Pink mengenai para pendukung hak-hak Palestina tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang dijunjung organisasi tersebut.
Menurut penyelenggara petisi, para duta UNICEF seharusnya mempromosikan hak dan kesejahteraan anak-anak tanpa memandang kewarganegaraan maupun afiliasi politik.
Mereka menilai Pink, 47 tahun, telah melemahkan prinsip tersebut melalui komentar yang disampaikannya di ruang publik.
Penyelenggara juga meminta UNICEF mempertahankan apa yang mereka sebut sebagai netralitas kemanusiaan yang ketat. Mereka menilai para duta UNICEF harus menjadi advokat bagi seluruh anak yang terdampak konflik.
Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran
Macklemore, 43 tahun, dicoret dari sisa jadwal tur Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah menggunakan penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, untuk menyampaikan dukungan terhadap Palestina.
Dalam penampilannya, rapper pemenang Grammy itu mengenakan keffiyeh dan membawakan lagu pro-Palestina berjudul Hind’s Hall. Sementara itu, sejumlah gambar dari Gaza ditampilkan di layar panggung.
Macklemore juga mengatakan kepada penonton bahwa masyarakat di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki tidak dilupakan.
Ed Sheeran, 35 tahun, kemudian mengatakan keputusan untuk mencoret Macklemore dibuat oleh promotor tur setelah pemilik venue mengancam membatalkan konser.
Sheeran mengatakan dirinya telah berusaha mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun, ia memilih tidak menyampaikan pandangannya secara terbuka mengenai Israel dan Palestina.
Keputusan tersebut kemudian memicu reaksi terhadap Sheeran karena mengizinkan perubahan dalam rangkaian tur tersebut.