Pelatih Liga Inggris Ini Incar Posisi Michael Carrick di Manchester United

Sergej Jakirovic mengaku mengincar Manchester United di tengah tekanan kepada Michael Carrick. Namun, United masih memberi Carrick waktu untuk memperbaiki situa

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 September 2026, 21:05 WIB
Manajer Manchester United, Michael Carrick. (Oli Scarff/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sergej Jakirovic terang-terangan mengakui dirinya memiliki ambisi untuk suatu hari menangani Manchester United. Pernyataan itu muncul ketika posisi Michael Carrick mulai mendapat sorotan setelah start yang kurang meyakinkan bersama Setan Merah.

Jakirovic saat ini menangani Hull City dan belum terkalahkan pada awal musim. Salah satu hasil yang menonjol adalah kemenangan 2-0 atas Manchester United yang turut membuat nama pelatih asal Kroasia tersebut mendapat perhatian.

Di sisi lain, Carrick baru membawa United meraih dua kemenangan dari enam pertandingan di seluruh kompetisi. Kekalahan dari Brighton & Hove Albion dalam pertandingan terakhir juga meningkatkan tekanan terhadap mantan gelandang tersebut.

Carrick sebelumnya menilai pembicaraan mengenai masa depannya terlalu dini. Namun, situasi tersebut tidak menghentikan spekulasi mengenai calon pelatih yang bisa menjadi penggantinya, termasuk Jakirovic yang kini secara terbuka menyebut Manchester United sebagai salah satu ambisinya.


Jakirovic Bermimpi Menangani Manchester United

Pelatih Hull City Sergej Jakirovic bereaksi dalam pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Hull City di London, Inggris, Sabtu (12/9/2026). (AP Photo/Dave Shopland)

Jakirovic mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan kembali menangani Dinamo Zagreb dalam sebuah wawancara dengan RTL. Pelatih Hull City tersebut justru mengarahkan pembicaraan kepada ambisinya untuk menangani klub-klub besar.

"Di mana saya? Saya melihat ke arah Manchester United ... Saya lebih melihat ke sini untuk menuju klub-klub terbesar karena saya pikir Anda harus bermimpi," ujar Jakirovic.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Jakirovic sedang menikmati awal musim yang positif bersama Hull City. Catatan belum terkalahkan dan kemenangan atas United membuat namanya ikut dikaitkan dengan situasi di Old Trafford, meski belum ada indikasi bahwa Manchester United sedang mencari pelatih baru.


Carrick Masih Mendapat Waktu

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Carrick memang menghadapi tekanan setelah hanya meraih dua kemenangan dalam enam pertandingan di semua kompetisi. Meski demikian, penilaian bahwa posisinya sudah berada dalam bahaya setelah enam laga dianggap terlalu dini, terutama mengingat keberhasilannya pada paruh kedua musim lalu.

Carrick membawa Manchester United melaju hingga mengamankan tiket Liga Champions setelah sebelumnya klub tersebut mengalami periode sulit di bawah Ruben Amorim. Manajemen United juga masih diyakini mendukung Carrick untuk membalikkan keadaan.

Pertandingan melawan Fulham pada Minggu menjadi kesempatan bagi Carrick untuk merespons hasil buruk tersebut. Hasil yang mengecewakan dapat membuat tekanan semakin besar dan membuat jeda internasional berikutnya terasa lebih berat bagi sang pelatih.


Belum Ada Rencana Mengganti Carrick

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, berbicara dengan gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Darren Staples/AFP)

Nama Antonio Conte dan Eddie Howe sempat disebut sebagai kandidat potensial jika Manchester United pada akhirnya melakukan pergantian pelatih. Conte saat ini tersedia setelah meninggalkan Napoli pada musim panas, sedangkan Howe sebelumnya pernah menangani Newcastle United.

Namun, kedua nama tersebut belum menjadi pertimbangan serius Manchester United saat ini. Klub ingin mempertahankan stabilitas dan tidak akan mengubah rencana hanya setelah enam pertandingan.

Erik ten Hag sebelumnya bertahan hingga 14 pertandingan pada musim 2024/2025 sebelum dipecat setelah masa depan pelatih asal Belanda tersebut sempat diperdebatkan sepanjang musim panas. Carrick memiliki modal yang lebih kuat dari periode sebelumnya dan masih akan diberi kesempatan untuk memperbaiki situasi, meski sejauh mana kesabaran INEOS akan bertahan masih belum diketahui.

Sumber: FotMob


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya