Ada yang Mengganjal, Lamine Yamal Tak Puas dengan Performanya di Piala Dunia 2026

Lamine Yamal mengaku tidak puas dengan performanya di Piala Dunia 2026. Bintang Barcelona itu merasa masih bisa memberikan lebih banyak untuk Spanyol.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 September 2026, 19:15 WIB
Laga uji coba antara Timnas Spanyol kontra Mesir di RCDE Stadium, Barcelona, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB, tercoreng aksi oknum suporter yang tidak terpuji. Lamine Yamal, mengecam keras nyanyian rasis dan Islamofobia yang menggema dalam laga uji coba tersebut. (AP/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Lamine Yamal mengakui dirinya tidak puas dengan penampilan bersama Spanyol di Piala Dunia 2026. Padahal, pemain Barcelona itu sukses membantu La Furia Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Argentina 1-0 di final.

Gelar tersebut menjadi trofi kedua Yamal bersama timnas setelah sebelumnya menjuarai Euro 2024. Namun, performanya di Piala Dunia kali ini berbeda karena ia hanya mencetak satu gol dan satu assist meski tampil dalam seluruh pertandingan Spanyol.

Ketika Euro 2024, Yamal tampil sebagai salah satu bintang utama Spanyol dan berhasil meraih penghargaan pemain muda terbaik. Kali ini, performanya tidak setinggi turnamen tersebut dan cedera paha yang dialaminya dua bulan sebelum Piala Dunia disebut turut memengaruhi penampilannya.

Yamal menegaskan bahwa ketidakpuasan tersebut bukan disebabkan oleh cedera yang dialaminya. Ia merasa masih mampu memberikan lebih banyak untuk Spanyol dan sudah berambisi tampil di Piala Dunia berikutnya.


Yamal Nilai Dirinya Bisa Tampil Lebih Baik

Penyerang Timnas Prancis nomor 10, Kylian Mbappe (kanan), bereaksi melewati penyerang Spanyol nomor 19, Lamine Yamal, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Keberhasilan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia tidak membuat Yamal sepenuhnya puas dengan kontribusi pribadinya. Ia menyadari ada sejumlah hal yang telah dilakukan selama turnamen, tetapi merasa masih memiliki kemampuan untuk memberikan dampak yang lebih besar.

Pemain berusia 19 tahun itu bahkan membandingkan dirinya dengan pemain lain yang mungkin akan menilai catatan tersebut sebagai turnamen yang sangat bagus. Bagi Yamal, standar pribadi yang lebih tinggi membuat satu gol dan satu assist belum cukup untuk membuatnya merasa puas.

"Saya tidak pulang dengan perasaan senang setelah memenangkan Piala Dunia, dan itu sama sekali tidak berkaitan dengan cedera. Meskipun saya melakukan banyak hal yang tidak dilihat orang, saya tidak puas dengan diri saya sendiri," kata Yamal seperti dikutip AS.

"Saya tahu pemain lain mana pun yang tampil seperti saya akan menjalani Piala Dunia yang fantastis, tetapi saya sebenarnya bisa memberikan lebih banyak dan saya sangat ingin tampil di edisi berikutnya," lanjut Yamal.


Yamal Bicara soal Ego dan Posisi Bermain

Ekspresi penyerang Barcelona, Lamine Yamal, dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Rayo Vallecano de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Yamal juga memberikan tanggapan mengenai anggapan bahwa kepercayaan dirinya berkaitan dengan ego atau kesombongan. Ia justru melihat keyakinan terhadap kemampuan sendiri sebagai sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi tim selama tetap berada dalam batas yang terkendali.

Lanjut Baca:

Selain persoalan karakter, Yamal membahas bagaimana ia membayangkan perannya di lapangan pada masa mendatang. Ia belum mengetahui posisi akhirnya, tetapi ingin tetap bermain sebagai penyerang dan bergerak semakin dekat dengan area berbahaya. "Saya pikir ego yang dipadukan dengan kontrol adalah sesuatu yang sangat berharga, selama selalu berada dalam kendali karena hal itu membantu seluruh tim. Saya selalu ingin memiliki pemain bersama saya yang percaya bahwa mereka adalah yang terbaik," ujar Yamal. "Saya tidak tahu akan bermain di posisi mana nantinya, tetapi saya akan selalu menjadi seorang penyerang. Anda tentu tidak akan melihat Lamine yang berusia 16 tahun terus berada di sisi lapangan, karena semakin dekat saya dengan area penalti, semakin berbahaya saya," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya