Bocah di Grobogan Dihajar hingga Tergeletak Tidak Bergerak

Video aksi perundungan tersebut viral di media sosial.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 19 September 2026, 14:21 WIB
Kasus perundungan di Grobogan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video amatir berdurasi 51 detik merekam dugaan aksi perundungan terhadap seorang anak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, viral di jagat maya.

Rekaman tersebut memperlihatkan seorang anak menjadi sasaran kekerasan fisik oleh anak lainnya. Korban tampak terus-terusan menerima serangan hingga akhirnya tergeletak dan tidak bergerak alias tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Peristiwa dalam video itu disebut terjadi di dasar kanal irigasi Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Kamis (10/9/2026) pukul 05.00 WIB.

Video amatir tersebut menjadi perhatian karena aksi kekerasan berlangsung ketika terdapat beberapa anak lain di sekitar lokasi. Berdasarkan pengamatan Liputan6.com dari rekaman video amatir yang beredar, setidaknya ada sejumlah anak berada di lokasi kejadian.

Satu anak diduga merekam kejadian menggunakan telepon seluler, satu anak terlihat melakukan kekerasan terhadap korban, sementara dua anak lainnya tampak berada di sekitar korban dan berupaya melerai aksi tersebut seusai satu korban yang kondisinya tergeletak tidak bergerak alias tidak sadarkan diri usai dipukuli dan diinjak-injak oleh pelaku.

Kepala Desa Tanjungrejo, Rasiman, membenarkan adanya kasus perundungan yang melibatkan anak-anak di wilayahnya. Ia menceritakan bahwa awalnya bermula ketika anak-anak yang terlibat sedang bermain bersama.

"Awalnya baik-baik saja," kata Rasiman, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, situasi kemudian berubah hingga terjadi aksi perundungan terhadap korban.

"Awalnya bermain ludah, kemudian berlanjut pada perundungan tersebut," ujarnya.

Rasiman memastikan persoalan tersebut saat ini telah dilaporkan secara resmi oleh pihak keluarga kepada aparat kepolisian.

"Sudah dilaporkan dan dalam penanganan pihak kepolisian," katanya.

Ia menyayangkan adanya kekerasan terhadap anak, terlebih tindakan tersebut berujung pada kondisi korban yang disebut sampai tidak sadarkan diri.

"Ini sangat disayangkan," ujarnya.

Menurut Rasiman, penanganan kasus tersebut harus dilakukan dengan baik karena menyangkut anak-anak.

Ia berharap aparat dapat mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, termasuk penyebab awal, pihak-pihak yang terlibat, serta tindakan yang dilakukan setelah korban mengalami kekerasan.

"Mudah-mudahan kasus dapat tertangani dengan baik dan bijak," katanya.

Rasiman juga berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran agar kekerasan serupa tidak kembali terjadi.

"Semoga ada efek jera terhadap para pelaku," ujarnya.

Konfirmasi telah diupayakan kepada Kapolsek Wirosari, AKP Eko Sri Luvianto dan Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa terkait kejadian tersebut, termasuk mengenai laporan keluarga korban, kondisi korban, proses penyelidikan, serta langkah yang telah dilakukan setelah video tersebut viral.

Namun hingga berita ini ditulis, Kapolsek dan Kasat Reskrim belum memberikan respons. Adanya kasus ini kembali menjadi perhatian publik setelah video amatir berdurasi 51 detik tersebut menyebar luas di media sosial.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya