Liputan6.com, Jakarta - Dorongan pemerintah untuk mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik membuka peluang baru bagi industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia.
Salah satu perusahaan yang mulai serius membidik pasar Tanah Air adalah Motu Technology, perusahaan teknologi kendaraan listrik yang berbasis di Nanjing, China.
Advertisement
Komisaris sekaligus Brand Ambassador Motu Technology, M. Yassin Kosasih, mengatakan kehadiran Motu Technology di Indonesia sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik.
Menurut Yassin, pemerintah Indonesia secara konsisten menempatkan kendaraan listrik roda dua sebagai salah satu sektor penting dalam pengembangan industri nasional.
“Pemerintah Indonesia secara konsisten menjadikan kendaraan listrik roda dua sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Pada 13 Agustus 2026, dalam acara peluncuran motor listrik nasional, Presiden Prabowo secara langsung menghimbau masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, karena kendaraan listrik merupakan salah satu arah penting dalam perkembangan industri nasional,” ujar Yassin.
Yassin menilai momentum peralihan menuju kendaraan listrik menjadi peluang bagi Motu Technology untuk memperluas bisnisnya di Indonesia.
Indonesia dipandang sebagai pasar yang menjanjikan karena memiliki jumlah pengguna sepeda motor yang sangat besar. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting bagi pertumbuhan kendaraan listrik roda dua di Tanah Air.
“Mereka melihat potensi Indonesia sangat menjanjikan. Kita punya puluhan juta motor biasa. Jadi, kenapa Motu menyasar Indonesia? Karena kita punya keyakinan pangsa pasar yang menjanjikan, ditambah adanya dorongan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik,” katanya.
Dorongan penggunaan kendaraan listrik juga datang dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Prabowo mendorong masyarakat untuk beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.
Penggunaan motor listrik disebut berpotensi menekan biaya mobilitas harian masyarakat. Penghematan yang dapat diperoleh bahkan disebut bisa mencapai setidaknya 50 persen dibandingkan penggunaan motor berbahan bakar bensin.
Co-Founder & General Manager MOTU Technology Group Indonesia, Li Peng, mengatakan produk menjadi fondasi utama dalam membangun identitas sebuah brand.
“Kami percaya bahwa produk adalah fondasi dari sebuah brand. Karena itu, kami tidak hanya ingin membuat produk yang dapat digunakan, tetapi produk yang memiliki karakter, mudah dikenali, dan mampu memberikan pengalaman yang berbeda kepada penggunanya. SPORT EV adalah cara kami menerjemahkan pemikiran tersebut ke dalam produk,” ujarnya.
Konsep SPORT EV (SEV) dikembangkan Motu Technology berdasarkan tiga prinsip utama, yakni User Sync, Different, dan Superior Performance.
Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan perusahaan dalam menerjemahkan kebutuhan pengguna ke dalam desain, teknologi, performa, hingga pengalaman berkendara.
Dari sisi desain, Motu memadukan unsur Mecha, konsep Eagle Eye, serta pendekatan CMF (Color, Material, Finish).
Karakter SPORT EV kemudian diterjemahkan melalui lima pilar utama, yakni tampilan modern dan futuristis, material bernuansa balap, performa sporty untuk penggunaan harian, fitur pintar yang fungsional, serta ruang personalisasi yang luas bagi pengguna.
Untuk memperkuat karakter SPORT EV, Motu Technology mengembangkan 21 teknologi utama yang terbagi dalam dua kelompok, yakni Super Sport Performance dan Super Intelligent System.
Pada kelompok Super Sport Performance, teknologi yang ditawarkan meliputi SEV Dynamic Dashboard, Racing Headlight Protection, NOS Power Assistance, Hazard Light, ASE Simulated Racing Sound, Cyber Eagle Eye DRL, Bluetooth Audio, RGB Dynamic Lighting, 3DM Riding Modes, dan KSS Side-Stand Power Cut Protection.
Sementara kelompok Super Intelligent System mencakup EABS, Auto-P, HSA, TCS, ARS One-Key Fault Repair, HDC, SBU Bluetooth Start, GPS Positioning, A-SEAT Automatic Seat, NFC Unlock, serta CCS Cruise Control.
Motu Technology juga menargetkan peningkatan kemampuan pengembangan teknologi secara mandiri. Rasio pengembangan teknologi secara internal ditargetkan meningkat secara bertahap dari 60 persen menjadi 80 persen, sebelum akhirnya mencapai 100 persen seiring perkembangan divisi R&D perusahaan.
Identitas SPORT EV tersebut kemudian diterapkan ke sejumlah lini produk Motu Technology dengan karakter yang berbeda.
Untuk T Series, Motu memperkenalkan model TT, T5, dan T6. Lini tersebut kemudian dilengkapi M Series yang terdiri dari M3, M5, dan M5B.
Sementara itu, O Series menawarkan pendekatan desain yang berbeda melalui model 02 Nailoong Edition dan 04.
Motu juga telah menyiapkan ekspansi portofolio secara bertahap. Model T3 dan T4 dipersiapkan memasuki tahap transisi pada Oktober.
Fase berikutnya untuk M Series dan O Series dijadwalkan mulai bergulir pada 1 Oktober, kemudian disusul T Series pada 1 November.
Selanjutnya, model ADV, X7, dan X1 diproyeksikan hadir pada Desember. Generasi kedua SPORT EV, termasuk M6, direncanakan meluncur setelah Idul Fitri 2027.
Target Bangun 140 Dealer di Indonesia
Untuk memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik di Indonesia, Motu Technology juga menyiapkan pembangunan jaringan dealer di berbagai wilayah.
Yassin mengungkapkan, perusahaan menargetkan sekitar 140 titik dealer di Indonesia. Dealer tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat penjualan produk, tetapi juga dirancang memiliki identitas dan tampilan yang seragam.
“Motu akan membangun beberapa dealer di Indonesia, sekitar 140 titik. Motu punya prototype, bukan sekadar prototype, tetapi juga memberikan identitas sendiri. Tokonya akan dibuat lebih seragam,” ujar Yassin.
Saat ini, Motu Technology masih berfokus pada produk sepeda listrik. Adapun pengembangan dan pemasaran motor listrik ditargetkan mulai dilakukan pada tahun depan.
“Baru saat ini sepeda listrik, dan tahun depan baru motor listrik,” katanya.
Motu Technology juga memasang target untuk meningkatkan posisi perusahaan dalam persaingan penjualan kendaraan listrik di Indonesia.
Yassin menyebut Motu saat ini berada di posisi kelima dalam hal penjualan. Perusahaan menargetkan peningkatan peringkat hingga dapat bersaing untuk posisi teratas.
“Motu sudah ada di posisi kelima dalam hal penjualan. Kita punya keyakinan, akhir tahun depan atau 2028 Motu akan naik ranking dan berani bersaing di posisi kesatu dalam hal penjualan,” ujar Yassin.
Untuk mengejar target tersebut, Motu Technology akan melanjutkan pengembangan teknologi sekaligus meningkatkan fitur pada produk-produknya.
“Untuk pengembangan teknologi dan improve, kita bisa bersaing dengan produk lain. Dengan fitur yang menarik, kita berani bersaing di Indonesia,” pungkasnya.