Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 5 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (18/9/2026), PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk membagikan dividen interim 2026 sesuai keputusan direksi dengan persetujuan dewan komisaris pada 16 September 2026.
Advertisement
Adapun data keuangan perseroan per 30 Juni 2026 yang mendasari pembagian dividen interim perseroan yakni laba periode berjalan per 30 Juni 2026 sebesar Rp 78,12 miliar. Lalu saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp 7 miliar dan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 453,72 miliar. Selain itu, ekuitas sebesar Rp 453,72 miliar.
Berikut jadwal pembagian dividen interim tahun buku 2026:
- Cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 28 September 2026
- Ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 29 September 2026
- Cum dividen di pasar tunai pada 30 September 2026
- Ex dividen di pasar tunai pada 1 Oktober 2026
- Daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen interim pada 30 September 2026
- Tanggal pembayaran dividen interim pada 15 Oktober 2026
Berdasarkan data RTI, harga saham IFII ditutup naik 1,94% menjadi Rp 210 per saham. Harga saham IFII dibuka menguat dua poin menjadi Rp 208 per saham. Saham IFII berada di level tertinggi Rp 220 dan terendah Rp 208 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 455 kali dengan volume perdagangan saham 9.937 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 212,7 juta.
Kenaikan harga saham IFF terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah. IHSG turun 0,33% menjadi 6.441,15. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,25% menjadi 640,24. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.521,02 dan terendah 6.419,49. Sebanyak 442 saham melemah sehingga bebani IHSG. 204 saham menguat dan 144 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.919.522 kali dengan volume perdagangan saham 32,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,3 triliun.
Sektor Saham
Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.521,02 dan level terendah 6.419,49. Sebanyak 442 saham melemah sehingga bebani IHSG. 204 saham menguat dan 144 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.919.522 kali dengan volume perdagangan saham 32,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.736.
Dari 11 sektor saham, sektor saham teknologi naik 0,27%. Sektor saham industri terpangkas 1,64%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti merosot 1,44%, sektor saham kesehatan susut 1,12%.
Sektor saham energi terperosok 0,51%, sektor saham basic melemah 0,18%, dan sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,85%. Lalu sektor saham consumer siklikal turun 0,16%, sektor saham keuangan tergelincir 0,93%. Selanjutnya sektor saham infrastruktur turun 0,82% dan sektor saham transportasi merosot 0,91%.