Sinopsis Film Istimewa, Drama Keluarga tentang Persahabatan hingga Kasih Sayang

Hari pertama penayangan film Istimewa pada 17 September 2026 diwarnai dengan kehangatan nobar 7.500 anak penyandang disabilitas.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 18 September 2026, 14:38 WIB
Film ISTIMEWA angkat kisah nyata para teman penyandang disabilitas (Kairos Pictures)

Liputan6.com, Jakarta - Hari pertama penayangan film "Istimewa" di bioskop pada Kamis (17/9/2026) diwarnai momen berbeda. Sekitar 7.500 anak penyandang disabilitas dari berbagai komunitas di seluruh provinsi Indonesia diajak nonton bareng secara serentak untuk merayakan kehadiran film drama keluarga tersebut.

Nobar nasional ini digelar bertepatan dengan penayangan perdana "Istimewa". Produser Abdullah Mansuri atau yang akrab disapa Ayah Mansuri ingin anak-anak disabilitas menjadi bagian dari momen penting tersebut.

Menurut Abdullah Mansuri, Istimewa tidak hanya dibuat untuk menghadirkan hiburan di layar lebar. Film ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada komunitas disabilitas yang turut menginspirasi lahirnya cerita tersebut.

“Film Istimewa adalah film kita semua. Hari ini, sekitar 7.500 anak istimewa dari berbagai komunitas di seluruh provinsi Indonesia nonton bareng untuk merayakan penayangannya. Kami ingin kebahagiaan atas hadirnya film ini bisa dirasakan bersama oleh teman-teman istimewa,” ujar Abdullah Mansuri saat dihubungi.

Sutradara Ruben Adrian mengembangkan cerita "Istimewa" dari rangkuman sejumlah kisah nyata penyandang disabilitas. Ceritanya kemudian dikemas dalam drama keluarga yang mengangkat persoalan kehilangan, penerimaan, persahabatan, dan kasih sayang.

Film ini juga melibatkan talenta penyandang disabilitas sebagai pemeran utama. Kehadiran mereka membuat pengalaman dan karakter yang diangkat dalam cerita terasa lebih dekat dengan kehidupan komunitas yang menjadi bagian penting dari film.

 


Sinopsis Film Istimewa

FIlm ISTIMEWA

 Kisah "Istimewa" mengikuti kehidupan Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul yang tinggal bersama di Rumah Istimewa. Kelimanya menemukan sosok orang tua penuh kasih dalam diri Pak Mahendra, yang mereka panggil Ayah.

Kedekatan mereka berubah menjadi sebuah perjalanan ketika Pak Mahendra tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Kelima sahabat itu kemudian memberanikan diri meninggalkan rumah untuk mencari sosok yang sangat mereka sayangi.

Film produksi Kairos Pictures tersebut dibintangi Mathias Muchus, Yanni Melwani, Zulfadli Aldiansyah, Bambang Ceper, Rein, Niatus Sholihah, Salsabila Bella, Maxime Mustofa, Ajil Ditto, Agus Kuncoro, Ence Bagus, dan Komo Ricky. 


Target Sosial

Para pemain dan sineas film Istimewa. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Tak hanya membawa pesan melalui cerita, film Istimewa juga memiliki target sosial yang ingin diwujudkan setelah tayang. Ayah Mansuri berkomitmen membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi Indonesia jika film tersebut berhasil mencapai satu juta penonton.

Rumah singgah itu nantinya ditujukan sebagai ruang bagi anak-anak disabilitas untuk belajar dan berkarya. Dengan begitu, pesan mengenai penerimaan yang dibawa Istimewa diharapkan tidak berhenti setelah penonton meninggalkan bioskop.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya