Riset: 73% Gen Z Takut Meminta Bantuan saat Bangun Relasi

Riset terbaru LinkedIn menunjukkan sebagian besar Gen Z takut untuk meminta bantuan, simak alasannya.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 20 September 2026, 12:00 WIB
Riset terbaru LinkedIn menunjukkan sebagian besar Gen Z takut untuk meminta bantuan, simak alasannya. (Sumber foto: unsplash.com)

Liputan6.com, Jakarta - Gen Z meski semakin yang merintis bisnis, 73% di antaranya takut untuk meminta bantuan, menurut riset LinkedIn. Kalangan Gen Z membeberkan merasa takut untuk menyusahkan, terdengar tidak tulus, atau dikritik.

Melansir Yahoo! Finance, Minggu (19/9/2026), Wakil Presiden LinkedIn dan pakar karier, Catherine Fisher, mengatakan Gen Z sebetulnya tahu relasi adalah hal penting, tapi banyak yang masih tidak tahu cara memupuknya.

"Gen Z tahu relasi itu penting, namun banyak yang masih mencoba mengetahui cara membangunnya,” dia menjelaskan.

Namun, dia memahami kesulitan yang dihadapi Gen Z. "Jika kamu khawatir untuk mengganggu seseorang, terdengar canggung, atau diabaikan, dapat dipahami mengapa memulai percakapan terasa mengintimidasi,” dia melanjutkan.

Kurangnya rasa percaya diri Gen Z punya risiko nyata. Hanya 11% dari lamaran kerja Gen Z mencantumkan koneksi pribadi, padahal aplikasi seperti itu hampir tujuh kali lipat lebih memungkinkan untuk diterima.

Mulai Relasi dengan Sederhana

Seorang Gen Z, Tracy Mendoza menjelaskan dia paham betul rasanya. Dia mengatakan, hal itu berubah setelah dia berkoneksi dengan seseorang di LinkedIn yang unggahannya menarik baginya. Setelahnya dia berhasil mendapat pekerjaannya dari sana.

“Tadinya saya ragu untuk meminta bantuan kepada koneksi saya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Saya yakin saya tidak akan berada di posisi ini jika tidak mencoba menghubungi," ia menambahkan.

Menjalin Relasi

Riset terbaru LinkedIn menunjukkan sebagian besar Gen Z takut untuk meminta bantuan, simak alasannya. (Sumber foto: unsplash.com)

 

Dia percaya menjalin relasi tidak hanya dilakukan saat membutuhkan pekerjaan.

"Itu membuat saya percaya akan menjalin koneksi secara santai dan konsisten, bukan hanya saat butuh pekerjaan,” tutur dia.

Di sini letak ironinya: orang yang ditakuti oleh Gen Z untuk menjalin hubungan adalah yang paling bersedia membantu. Sebanyak 83% dari Millennial, Gen X, dan Boomer mengatakan mereka akan memberi saran ke orang yang tak dikenal. Gen Z juga berada di angka yang sama, yakni 83%.

Saran Fisher mengenai hal ini adalah untuk berhenti memikirkannya sebagai meminta bantuan dan mulai melihatnya sebagai percakapan.

“Bentuknya bisa sesederhana mengomentari karya seseorang, menanyakan pertanyaan bermutu, atau menghubungi karena memiliki kesamaan,” kata Fisher.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya