Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencalonkan politikus Partai Republik yang dikenal anti-Islam dan pro-Israel, Wesley Hunt, sebagai duta besar AS berikutnya untuk Arab Saudi.
Dikutip dari Middle East Eye, Jumat (18/9/2026), pilihan tersebut diumumkan pada Senin, di tengah hubungan AS dan negara-negara Teluk yang berada dalam situasi rumit. Penunjukan itu juga terjadi beberapa bulan setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran, sementara konflik tersebut terus mengguncang kawasan dan perekonomian global.
Advertisement
Hunt merupakan sekutu dekat Trump. Ia pernah bertugas di militer AS di Irak dan menerbangkan 55 misi tempur sebagai pilot helikopter Apache di Baghdad pada 2006. Setelah itu, ia menjalani dua penugasan di Arab Saudi sebagai perwira penghubung diplomatik.
Pengalaman selama berada di Arab Saudi berulang kali digunakan Hunt untuk menyampaikan kritik terhadap Muslim dan Islam.
“Saya pernah tinggal di Arab Saudi selama dua tahun. Saya pernah ditugaskan ke Irak. Saya melihat langsung seperti apa rasanya hidup di negara-negara yang diperintah dengan sistem seperti hukum Syariah,” kata Hunt pada November tahun lalu.
Pada Januari, ia kembali menegaskan pernyataannya. Hunt mengatakan orang-orang yang menganggap peringatannya mengenai Islam sebagai upaya menebar ketakutan “belum pernah hidup di bawah sistem tersebut”.
“Saya melihat seperti apa sistem itu dalam kehidupan nyata, bukan di berita televisi kabel. Eksekusi pemenggalan kepala di depan umum belum lama terjadi di sana. Perempuan bahkan tidak boleh mengemudi ketika saya ditempatkan di sana,” ujarnya.
Dalam penampilannya di Stakelbeck Tonight pada Januari 2026, Hunt mengatakan warga Amerika seharusnya “sangat khawatir” karena “mandat yang diberikan kepada Islam pada dasarnya adalah pergi ke negara lain dan menyusup ke dalamnya”.
Ia menambahkan bahwa umat Muslim akan membangun populasi besar dan pada akhirnya mengambil alih negara-negara tersebut.
The New Yorker, ketika meliput pemilu di Texas, menyebut Hunt dan rival-rivalnya dari Partai Republik telah “menargetkan Muslim dalam retorika mereka”. Kolumnis Houston Chronicle Chris Tomlinson juga menuduh Hunt dan