Liputan6.com, Jakarta - Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat hilang kontak di Selat Sunda dihentikan. Langkah ini diambil setelah tidak adanya temuan signifikan selama 10 hari proses pencarian.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, keputusan ini dilakukan setelah dilaksanakannya rapat evaluasi pada Kamis (17/9/2026) pukul 17.00 WIB di Posko SAR Nasional, Carita, Pandeglang.
Advertisement
Menurutnya, ada 13 objek yang ditemukan selama operasi pencarian, tapi tidak berkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1.
"Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek. Catatan ada 13 objek yang ditemukan selama operasi dan itu sudah dikonfirmasi oleh unsur. Setelah dikonfirmasi, di-cross check, dan diteliti, dinyatakan saat ini tidak terhubung dengan Arupadhatu 1," kata Andra Soni kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Andra Soni mengatakan, dari penyampaian Basarnas menyatakan bahwa operasi pencarian tersebut dinilai tidak efektif dalam proses pelaksanaannya. Dengan demikian, operasi pencarian harus dihentikan.
"Maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini oleh pihak yang berkepentingan, pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan," ungkapnya.
Meski demikian, Andra Soni menegaskan, operasi SAR tidak menutup kemungkinan kembali dibuka apabila masyarakat menemukan tanda-tanda atau petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan korban.