IHFFM 2026 Bukan untuk Cari Untung, Target Bawa Film Indonesia ke Pasar Global Tiap Tahun

IHFFM 2026 menjadi langkah awal untuk memperkenalkan film horor Indonesia ke penonton internasional secara berkelanjutan.

oleh Nola VemilianaDiterbitkan 18 September 2026, 14:00 WIB
Intan Kieflie dalam konferensi pers dan peluncuran Indonesian Horror Film Festival Melbourne 2026 (IHFFM 2026) di Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Liputan6.com/Nola Vemiliana)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah film horor Tanah Air akan menjangkau pasar internasional melalui acara Indonesian Horror Film Festival Melbourne (IHFFM) 2026. Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama dengan Indonesian Diaspora Network Global (IDN G) membuat proyek ini untuk memperkenalkan karya anak bangsa ke kancah internasional.

Intan Kieflie, Founder of Kraken Entertainment, yang sudah berkecimpung di dunia film selama kurang lebih 15 tahun itu pun mengungkapkan bahwa festival ini diadakan bukan sebagai semata-semata untuk mengambil keuntungan, namun untuk membuat masa depan bagi perfilman di Indonesia.

“Festival ini sebenarnya bukan cara untuk ngumpulin duit. Ini hanya langkah awal, ini hanya media,” ungkapnya. “Kita enggak bikin duit loh di sini. Tapi buat produser dan buat perfilman Indonesia ini tuh masa depan.”

Baginya, tujuan utamanya adalah menjadikan acara ini sebagai wadah promosi. “Salah satunya kenapa kita ngadain horror festival ini adalah untuk itu. Ini tuh kayak kita benar-benar harus promosi. Ayo nonton,” jelasnya.


Pasar Luar Tidak Peduli Isu Spesifik dalam Film

Intan Kieflie dalam konferensi pers dan peluncuran Indonesian Horror Film Festival Melbourne 2026 (IHFFM 2026) di Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Liputan6.com/Nola Vemiliana)

Intan juga menyebutkan bahwa penonton di pasar internasional cenderung melihat film dari cerita dan cara penyampaiannya, bukan semata-mata berdasarkan latar belakang atau isu spesifik yang diangkat di dalamnya. “Mereka enggak peduli soal moral, latar belakangnya muslim ataupun enggak,” ujarnya.

Menurutnya, identitas Indonesia justru dapat menjadi daya tarik ketika disajikan melalui sudut pandang yang mudah dipahami penonton luar negeri.

“Yang mereka lihat adalah sebuah cerita dari Indonesia dengan culture Indonesia, dimainkan oleh orang Indonesia dan dipresentasikan melalui point of view yang mereka bisa pahami,” tambahnya.


Bawakan Film Indonesia ke Pasar Global Tiap Tahun

Sulistyawan Wibisono, Intan Kieflie, dan Dino Patti Djalal dalam konferensi pers dan peluncuran Indonesian Horror Film Festival Melbourne 2026 (IHFFM 2026) di Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Liputan6.com/Nola Vemiliana)

Intan pun mengungkapkan bahwa dirinya memiliki target untuk membawakan film-film Indonesia ke pasar internasional tiap tahunnya. “Target kita adalah setiap tahun kita akan bawa beberapa film Indonesia yang kita kurasi dengan hati sangat hati-hati,” ungkapnya.

“Setiap film itu akan berbeda sehingga orang akan tahu, ‘oh ini film Indonesia’,” tambahnya.


5 Setlist Film dan Jadwal Acara

Film-film horor yang akan ditayangkan tersebut pun di antaranya adalah Malam 3 Yasinan (2026), Kuyank (2024), Sukma (2025), Ritual Gaib - Nyai Randasura (2026), dan film ikonis The Raid (2011).

Berikut Jadwal/Tempat IHFFM 2026:

Tempat: Capitol Theatre

Waktu: Sabtu, 3 Oktober 2026

Pembelian tiket dapat dibeli di website resmi IHFFM Australia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya