McLaren Pastikan Bikin SUV, Meluncur Sebelum 2030

Setelah bertahun-tahun menolak gagasan membuat SUV, McLaren akhirnya mengonfirmasi bahwa rencana tersebut akan tersealisasikan.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 18 September 2026, 19:02 WIB
McLaren mengonfirmasi pengunduran diri dari balapan F1 seri pembuka di GP Australia karena adanya anggota tim yang positif terjangkit virus corona. (AFP/Willian West)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah bertahun-tahun menolak gagasan membuat SUV, McLaren akhirnya mengonfirmasi bahwa rencana tersebut benar-benar akan diwujudkan. SUV pertama McLaren ini dijadwalkan akan hadir sebelum 2030.

Kabar tersebut muncul bersamaan dengan pengumuman investasi McLaren sebesar £500 juta atau sekitar Rp 500 jutaan untuk memperluas operasional manufakturnya di Inggris.

Dengan investasi tersebut juga disebut akan membuka sedikitnya 1.000 lapangan pekerjaan hingga 2032.

Mengutip dari laman Carscoops, Jumat (18/9/2026) McLaren menyiapkan fasilitas perakitan baru di Inggris yang terpisah dari basis produksinya di Woking.

Pabrik tersebut nantinya akan menangani generasi model McLaren berikutnya, termasuk SUV berorientasi performa.

Meski hadir dalam bentuk SUV, McLaren tampaknya tidak ingin meninggalkan karakter performanya.

Chief Operating Officer McLaren, Michael Straughan, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan penggunaan konstruksi carbon tub seperti yang digunakan pada mobil-mobil supercar McLaren.

Bila nantinya rencana tersebut diterapkan, SUV McLaren akan membawa salah satu teknologi konstruksi yang selama ini menjadi bagian dari karakter mobil sport mereka.

Namun, McLaren belum mengungkapkan spesifikasi mesin maupun tenaga dari SUV tersebut.

Menariknya, SUV ini berpotensi menjadi rival bagi Ferrari Purosangue dan Aston Martin DBX.

Dengan model tersebut juga disebut dapat membuka kemungkinan hadirnya mobil McLaren lain dengan konfigurasi mesin depan dan sistem penggerak seluruh roda.

Pernah Menolak Buat SUV

Rencana SUV sebenarnya bukan hal baru bagi McLaren. Pada dekade sebelumnya, manajemen perusahaan sempat berulang kali menolak gagasan untuk membuat SUV karena dianggap tidak sesuai dengan identitas McLaren sebagai produsen supercar.

Kini, arah tersebut berubah setelah McLaren berada di bawah kepemimpinan Michael Leiters.

Sebelum bergabung dengan McLaren, Leiters pernah bekerja di Ferrari dan Porsche, termasuk terlibat dalam pengembangan SUV seperti Cayenne dan Purosangue.

Dari sisi desain, McLaren sebelumnya mengklaim pernah diperlihatkan sebuah SUV yang memiliki tampilan menyerupai Porsche Cayenne Turbo GT dengan desain lebih berotot dan menggunakan pelek berukuran 24 inci.

Namun, informasi tersebut belum menjadi gambaran resmi mengenai desain final SUV McLaren.

Menariknya, langkah McLaren masuk ke segmen SUV juga tidak lepas dari potensi penjualan yang lebih besar.

Pada 2025, McLaren disebut hanya memproduksi sekitar 2.000 mobil dari seluruh modelnya.

Selain SUV, McLaren juga sedang mengubah strategi dalam pengembangan mesin. Perusahaan mengungkapkan bahwa mesin tidak lagi diproduksi oleh Ricardo, melainkan akan dirancang dan dibuat secara internal.

Menariknya, Dua mesin hybrid beserta transmisinya saat ini sudah masuk tahap pengembangan.

Dengan demikian, SUV pertama McLaren akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah produk merek tersebut.

Meski detail teknisnya masih terbatas, model ini dijadwalkan hadir sebelum 2030 dan berpotensi membuka era baru bagi McLaren di luar segmen supercar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya