Harapan Indonesia untuk Calon Sekjen PBB

Indonesia menyoroti pentingnya reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi Sekjen PBB berikutnya.

oleh Septian DenyDiterbitkan 17 September 2026, 17:00 WIB
Sidang DK PBB di Markas PBB, New York AS. (AP/Frank Franlin II)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menyoroti pentingnya visi dan komitmen terhadap reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) bagi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB berikutnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia tidak memiliki kandidat tertentu yang ingin didorong untuk menduduki posisi tersebut. Menurutnya, setiap kandidat harus mendapat kesempatan yang sama untuk menunjukkan nilai dan visi mereka bagi PBB.

“Yang pastinya Indonesia sama persisnya dengan negara-negara lain dengan Sekjen PBB yang dapat melanjutkan reformasi UN, dan balik lagi ke sesuatu yang lebih komplit, yang bisa menjadikan UN itu sendiri semakin kredibel dan benar-benar efektif dan efisien dalam menjalankan mandatnya,” kata Yvonne di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Yvonne menegaskan, sikap Indonesia dalam proses tersebut tidak diarahkan untuk mendukung kandidat tertentu.

“Ini akan sama dengan negara-negara lain. Tidak ada spesifik Indonesia yang ingin ini, kandidat yang ini, tidak. Jadi harus adil dan rata bagaimana mereka bisa membuktikan nilainya, bagaimana mereka memiliki visi tersendiri untuk PBB,” ujarnya.

Indonesia Dorong Pesan Bersama

Sementara itu, Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan Indonesia bersama sejumlah negara yang memiliki pemikiran serupa tengah menggalang pesan bersama yang akan disampaikan kepada siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Sekjen PBB.

“Mengenai kandidat sekjen, memang Indonesia dengan sejumlah negara yang punya pemikiran yang sama, kita memang menggalang adanya suatu upaya agar kita jadi pesan bersama yang disampaikan kepada apapun sekjen yang terpilih,” kata Vahd.

Menurut Vahd, pesan tersebut berkaitan dengan upaya memperkecil kesenjangan antara komitmen yang dimiliki PBB dan kapasitas organisasi tersebut dalam menjalankan mandatnya.

“Intinya kita disampaikan bahwa kita ingin gap antara komitmen UN dan kapasitas yang dimiliki UN itu bisa semakin kecil agar kita bisa menjadikan PBB ini yang sekarang sudah berusia 80 tahun tetap mempunyai relevansi yang tinggi,” ujarnya.

 

Tantangan yang Dihadapi PBB

Vahd mengatakan tantangan yang dihadapi PBB saat ini dan pada masa mendatang telah jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi ketika organisasi tersebut dibentuk.

“Karena tantangan-tantangan yang dihadapi saat ini dan di masa yang akan datang sangat jauh berbeda dengan apa yang dihadapi ketika UN itu dibentuk pada masa itu dan juga dalam perkembangan hingga sekarang,” kata Vahd.

Karena itu, menurut dia, pesan tersebut akan tetap disampaikan Indonesia terlepas dari siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Sekjen PBB.

“Jadi terlepas siapapun sekjennya nanti, message tersebut akan tetap kita upayakan untuk bisa disampaikan dan bisa diimplementasikan oleh sekjen yang terpilih nantinya,” ujarnya.

Tercatat, ada sejumlah nama yang mencalonkan diri sebagai Sekjen PBB yaitu Ivonne A-Baki, Michelle Bachelet Jeria, María Fernanda Espinosa Garcés, Rafael Mariano Grossi, Rebeca Grynspan Mayufis, Carolyn Rodrigues Birkett, Olara Otunnu dan Macky Sall.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya