Deutsche Bank Siapkan Layanan Crypto Custody untuk Klien Institusi

Deutsche Bank masuk bisnis crypto custody dengan menawarkan penyimpanan Bitcoin, Ether, dan sejumlah stablecoin.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 September 2026, 12:15 WIB
Deutsche Bank (Foto: Dok Deutsche Bank)

Liputan6.com, Jakarta - Deutsche Bank bersiap masuk ke bisnis crypto custody dengan menawarkan layanan penyimpanan dan transfer aset kripto bagi klien institusi serta korporasi.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (17/9/2026), layanan tersebut ditargetkan mulai tersedia akhir tahun ini, dengan tetap menunggu persetujuan regulator. Jerman akan menjadi pasar pertama yang mendapatkan layanan tersebut.

Pada tahap awal, Deutsche Bank akan mendukung Bitcoin, Ether, serta sejumlah stablecoin, termasuk USDC, EURC, dan EURAU.

Melalui infrastruktur yang dikelola Deutsche Bank, nasabah dapat menyimpan aset digital sekaligus mentransfernya kepada pihak ketiga.

Bank asal Jerman itu juga akan mengelola dompet digital dan private key milik nasabah. Dengan demikian, klien tidak perlu membangun sistem penyimpanan kripto sendiri.

Layanan ini ditujukan bagi perusahaan, manajer aset, hedge fund, kustodian, perusahaan pialang, hingga institusi pemerintah yang selama ini berada dalam ekosistem Corporate Bank dan Investment Bank Deutsche Bank.

Keamanan Jadi Fokus

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Deutsche Bank telah mengembangkan rencana layanan aset digital tersebut selama beberapa tahun. Sebelumnya, bank ini menggandeng Taurus untuk mendukung rencana penitipan aset kripto bagi klien institusi.

Keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam layanan Deutsche Bank crypto custody. Sistem tersebut akan menggunakan perlindungan berbasis perangkat keras untuk private key, persetujuan oleh beberapa pihak, serta pemisahan penyimpanan warm dan cold.

Deutsche Bank juga menyiapkan mekanisme pencadangan dan pemulihan aset. Sejumlah penyedia teknologi dan infrastruktur eksternal akan menangani bagian teknis tertentu dari layanan.

Gerald Podobnik, Co-Head of Commercial Banking Deutsche Bank, mengatakan aset digital bukanlah pengganti sistem keuangan tradisional, melainkan pelengkap infrastruktur pasar yang sudah ada.

Menurut dia, layanan tersebut dapat berjalan berdampingan dengan sistem keuangan yang ada, sekaligus memanfaatkan kepercayaan, keamanan, dan perlindungan yang diberikan lembaga keuangan teregulasi.

Perluas Bisnis Aset Digital

Peluncuran Deutsche Bank crypto custody dilakukan ketika semakin banyak lembaga keuangan besar mengeksplorasi layanan berbasis aset digital.

Deutsche Bank menyebut langkah tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas aset digital di kalangan institusi keuangan. Perkembangan regulasi di Eropa dan lingkungan kripto yang lebih positif di Amerika Serikat turut mendukung tren tersebut.

Deutsche Bank juga terus memilih mitra teknologi untuk menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan dalam penyimpanan dan transaksi aset digital.

Daftar aset yang didukung berpotensi bertambah di masa depan. Namun, perluasan tersebut akan bergantung pada permintaan nasabah, ketentuan regulator, pengelolaan risiko, dan proses persetujuan internal bank.

Untuk tahap awal, fokus Deutsche Bank tetap pada layanan penitipan Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah stablecoin bagi nasabah institusi dan korporasi.

Langkah ini memberikan peran langsung bagi Deutsche Bank dalam bisnis penitipan aset kripto, dengan tetap menempatkan layanan tersebut dalam kerangka operasional perbankan yang teregulasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya