IHSG Bakal Lesu Usai Pertemuan The Fed, Cek Rekomendasi Saham 17 September 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis, (17/9/2026) setelah pertemuan the Fed.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 September 2026, 06:50 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih rawan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (17/9/2026) usai pertemuan the Federal Reserve (the Fed). Akan tetapi, analis menilai, selama IHSG hari ini masih mampu berada di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,38% ke 6.436, dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakan IHSG pun belum mampu menempus moving average (MA) 20 harian pada perdagangan Rabu, 16 September 2026.

"Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave © pada label hitam, sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, selama IHSG masih mampu berada di tas 6.370, masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581. Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.279,6.201 dan level resistance 6.585,6.633.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.400-6.535.

Terkait suku bunga the Fed, dalam riset menyebutkan, langkah the Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin atau 25 bps menjadi 3,75%-4% akan berdampak ke pasar saham dan obligasi.

Analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas melihat, apabila dolar Amerika Serikat menguat dengan cepat, dan rupiah melemah hingga ke atas Rp 18.000, Bank Indonesia akan bersiap untuk menjaganya dengan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 25 bps. Namun dengan spread yang ada saat ini berkisar 200-225 bps, PT Pilarmas Investindo Sekuritas melihat seharusnya Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas Rupiah dengan BI Rate saat ini.

"Sehingga menjelang pertemuan pada 23 September mendatang, kami masih memproyeksikan BI Rate akan tetap di level 5,75%,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Namun, analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, tekanan tetap akan muncul di pasar saham dan obligasi yang berpotensi besar untuk mengalami koreksi hari ini. “Dengan kuatnya fundamental Indonesia,mungkin ini saat yang tepat untukmelakukan akumulasi beli,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

 

Rekomendasi Saham

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Trading Buy

Saham AMMN menguat 1,98% ke 5150 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, posisi AMMN diperkirakan berada pada bagian dari wave iii dari wave (iii) dari wave [c],” ujar Herditya.

Trading Buy: 4.980-5.100

Target Price: 5.325, 5.500

Stoploss: below 4.800

 

2.PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Buy on Weakness

Saham CPIN menguat 0,97% ke 3.120 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60. “Kami memperkirakan, posisi CPIN saat ini berada di awal wave c dari wave (b),” kata Herditya.

Buy on Weakness: 3.090-3.120

Target Price: 3.230, 3.310

Stoploss: below 3.080

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 0,81% ke 500 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi MBMA saat ini berada di akhir wave (B) dari wave [Y],” kata dia.

Buy on Weakness: 474-498

Target Price: 550, 595

Stoploss: below 462

 

4.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) - Buy on Weakness

Saham PGEO terkoreksi 1,42% ke 1.040 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada pada rentang MA20 dan MA200. “Saat ini, posisi PGEO diperkirakan berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2,” kata dia.

Buy on Weakness: 1.020-1.040

Target Price: 1.075, 1.090

Stoploss: below 1.015

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya