Liputan6.com, Sanaa - Kelompok Houthi pada Rabu (16/9/2026) membantah telah menargetkan Makkah dengan drone. Bantahan itu disampaikan setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan telah mencegat sebuah drone di sebelah selatan kota suci tersebut sebelum memasuki zona udara terbatas.
Menurut kantor berita Saba yang dikelola Houthi, anggota biro politik Houthi Mohammed Al-Farah menyebut tudingan bahwa Yaman menargetkan Makkah sebagai kebohongan terang-terangan yang sama sekali tidak berdasar.
Advertisement
"Kami justru lebih peduli pada Makkah dan tempat-tempat suci dibandingkan mereka yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik," kata Al-Farah.
Ia menuding Arab Saudi menggunakan tuduhan tersebut untuk mengalihkan perhatian dari krisis yang dihadapinya di Yaman.
Al-Farah mengatakan Arab Saudi kini menghadapi dilema serius di Yaman setelah terlibat dalam apa yang ia sebut sebagai perang, blokade, dan pendudukan, tetapi gagal mencapai tujuannya.
Menurut dia, Arab Saudi berusaha mengalihkan perhatian dari akar persoalan dan mendorong umat Islam untuk menentang Yaman setelah gagal mengatasi konsekuensi dari kebijakannya sendiri.
Ia menyerukan agar perang dihentikan, blokade dicabut, dan rakyat Yaman diberi kompensasi atas perang serta kehancuran yang berlangsung selama bertahun-tahun.
"Solusinya jelas: hentikan agresi, cabut blokade, tinggalkan Yaman, dan berikan kompensasi kepada rakyat Yaman atas perang dan kehancuran selama bertahun-tahun. Hanya dengan begitu Arab Saudi dapat mengupayakan keamanan dan stabilitas," ungkap Al-Farah.
Al-Farah memperingatkan bahwa berlanjutnya apa yang ia sebut sebagai agresi akan memicu eskalasi lebih lanjut.
"Siapa pun yang membuka pintu konfrontasi harus menanggung konsekuensinya," katanya.
Ia juga mengatakan berlanjutnya konfrontasi sama dengan mempertaruhkan keamanan Arab Saudi serta fasilitas vital dan instalasi minyaknya.