Morgan Stanley Genggam 6,97% Saham GOTO

Morgan Stanley melakukan transaksi jual beli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di harga Rp 29 dan Rp 28 per saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 September 2026, 20:42 WIB
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (Foto: GoTo)

Liputan6.com, Jakarta - Morgan Stanley and Co International Plc melakukan transaksi jual beli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 11 September 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (16/9/2026), Morgan Stanley melakukan transaksi penjualan dan pembelian saham GOTO pada 11 September 2026. Pertama, Morgan Stanley menjual 1.392.623.600 saham GOTO dengan harga Rp 29 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp 40,38 miliar. Kedua, Morgan Stanley membeli 420.000.000 saham GOTO dengan harga Rp 28 per saham sehingga nilai transaksi Rp 11,76 miliar.

"Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi juga disebutkan Morgan Stanley tidak sebagai pengendali.

Setelah transaksi jual beli saham GOTO, Morgan Stanley memiliki 80.302.509.784 saham GOTO atau setara 6,9745%. Sebelumnya, Morgan Stanley mengenggam 81.275.133.384 saham GOTO atau setara 7,059%.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Rabu, 16 September 2026, harga saham GOTO Rp 50. Total frekuensi perdagangan saham 704 kali dengan volume perdagangan saham 2.363.392 saham GOTO. Nilai transaksi Rp 6,5 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup turun 0,38% menjadi 6.436,85. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,58% menjadi 646,96. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.535,46 dan terendah 6.436,85. Sebanyak 439 saham melemah sehingga bebani IHSG. 201 saham menguat dan 151 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.854.782 kali dengan volume perdagangan saham 24,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.663.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham industri naik 0,91% dan sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,11%.

Sektor saham infrastruktur terperosok 1,39%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 0,62%, sektor saham basic melemah 0,27%, dan sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 1,12%. Lalu sektor saham kesehatan susut 0,24%, sektor saham keuangan merosot 0,42%, sektor saham properti terpangkas 0,78%. Selanjutnya sektor saham teknologi terperosok 1,13% dan sektor saham transportasi turun tipis 0,14%.

GoTo Cetak Laba Bersih Rp 252 Miliar pada Kuartal II 2026

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Goto)

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar pada Kuartal II-2026. Capaian ini menandai keberhasilan perseroan mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya meraup laba Rp 171 miliar pada Kuartal I-2026.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang kuat. Hal ini tercermin dari kenaikan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 164 triliun dan pendapatan bersih yang meningkat 31% menjadi Rp 5,7 triliun.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul,” kata Hans di Kantor GoTo, Rabu (29/7/2026).

EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137% secara tahunan menjadi Rp 1,01 triliun. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) juga tumbuh 19% menjadi 71 juta pengguna. Dengan capaian ini, perseroan mempertahankan proyeksi EBITDA Grup sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

Hans menjelaskan bahwa perubahan struktur komisi transportasi roda dua Gojek yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 diperkirakan akan memengaruhi kinerja bisnis On-demand Services pada kuartal III. Namun, perseroan menilai kondisi bisnis tetap stabil sehingga target kinerja tahunan tidak mengalami perubahan.

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2–3,4 triliun,” ujarnya.

 

 

Kinerja Segmen Bisnis dan Rencana Aksi Korporasi

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merilis laporan keuangan kuartal I 2026. (Foto:GoTo)

Dari sisi segmen usaha, bisnis Fintech menjadi kontributor utama pertumbuhan. EBITDA yang disesuaikan melonjak 447% menjadi Rp 481 miliar, sedangkan pendapatan bersih naik 53% menjadi lebih dari Rp 2 triliun. Nilai buku pinjaman pun meningkat 58% menjadi Rp 11 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Sementara itu, bisnis On-demand Services membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 464 miliar, atau naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih segmen tersebut tumbuh 20% menjadi Rp 3,6 triliun, didukung oleh peningkatan margin pada layanan mobilitas dan pengantaran.

Selain mengumumkan kinerja keuangan, GoTo juga berencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara sekitar 2,7% dari total saham beredar setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya