Jarak Pandang Bandara Supadio Cuma 600 Meter, Pesawat Batal Terbang

Penerbangan di Bandara Supadio terganggu asap karhutla. Empat penerbangan dibatalkan dan satu pesawat kembali ke bandara asal.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 September 2026, 16:00 WIB
Bandara Udara Internasional Supadio mengalami gangguan jadwal pemberangkatan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), masih terganggu asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut terjadi meski wilayah Pontianak dan sekitarnya sempat diguyur hujan lebat pada Selasa (15/9/2026) malam.

General Manager Bandara Internasional Supadio Maya Damayanti mengatakan, asap karhutla masih menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara turun drastis.

"Asap kebakaran hutan dan lahan masih mengganggu operasional Bandara Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, setelah jarak pandang turun hingga 600 meter," kata Maya dikutip dari Antara, Rabu (16/9/2026).

Menurut Maya, jarak pandang tersebut berada di bawah kondisi yang memungkinkan pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas secara normal.

“Hari ini jarak pandang hanya 600 meter yang tidak memungkinkan pesawat untuk melakukan pendaratan dan penerbangan,” ujar dia.

Berdasarkan data operasional bandara, sedikitnya 10 penerbangan mengalami penundaan akibat kondisi tersebut.

Jumlah itu terdiri atas lima penerbangan kedatangan dan lima penerbangan keberangkatan.

Selain penundaan, empat penerbangan juga dibatalkan. Rinciannya, dua penerbangan kedatangan dan dua penerbangan keberangkatan.

Di tengah kondisi tersebut, dua pesawat masih tercatat berhasil melakukan lepas landas dan satu pesawat telah mendarat di Bandara Supadio.

Utamakan Aspek Keselamatan

Bandara Internasional Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). (Foto: Kementerian Perhubungan)

Gangguan jarak pandang akibat asap karhutla juga berdampak pada sejumlah penerbangan yang harus mengubah rencana operasional.

Satu penerbangan Batik Air dengan nomor ID 6228 rute Jakarta-Pontianak harus kembali ke bandara asal atau return to base (RTB).

Selain itu, satu penerbangan Lion Air JT988 rute Batam-Pontianak dialihkan atau divert ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Maya mengatakan kondisi jarak pandang menjadi perhatian utama dalam operasional penerbangan. Pasalnya, jarak pandang berkaitan langsung dengan aspek keselamatan, terutama saat pesawat melakukan pendaratan dan lepas landas.

Hingga Rabu (16/9/2026), jarak pandang di kawasan Bandara Supadio masih berada di sekitar 600 meter akibat asap karhutla yang menyelimuti wilayah sekitar bandara.

Kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan belum dapat berjalan seperti biasa. Pihak bandara terus memperhatikan perkembangan jarak pandang sebelum penerbangan dapat dilakukan secara normal.

Gangguan akibat asap karhutla juga menjadi tantangan bagi maskapai dan penumpang karena dapat memicu penundaan, pembatalan, hingga pengalihan penerbangan.

Penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Supadio diimbau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya