Liputan6.com, Jakarta - Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Farzamie Sarkawi mengatakan hubungan kedua negara memiliki keunikan karena tidak hanya bertetangga, tetapi berbagi sejarah, bahasa, budaya, dan ikatan kekeluargaan.
"Apa yang mempersatukan kita selalu jauh lebih besar daripada apa yang memisahkan kita," kata Farzamie dalam sambutannya pada peringatan Hari Kebangsaan dan Hari Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Advertisement
Menurut Farzamie, kedekatan tersebut juga tercermin dalam hubungan ekonomi kedua negara. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Malaysia mencapai US$ 34,22 miliar, sementara Malaysia tercatat sebagai investor asing terbesar keempat di Indonesia dengan nilai investasi US$ 4,5 miliar.
Hubungan antarmasyarakat kedua negara pun tetap kuat. Sepanjang 2025, lebih dari 2,63 juta wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia, menjadikan Malaysia sebagai sumber wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia. Pada periode yang sama, sebanyak 4,26 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Malaysia, sehingga Indonesia tetap menjadi salah satu pasar pariwisata terpenting bagi negara tersebut.
Kedekatan Malaysia dan Indonesia turut tercermin pada hubungan di tingkat pemimpin. Farzamie mengatakan para pemimpin kedua negara mempertahankan hubungan kerja dan hubungan personal yang erat.
Ia menyinggung Konsultasi Tahunan ke-13 antara Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 2025. Hubungan tersebut berlanjut dengan kunjungan khusus Anwar ke Jakarta pada 27 Maret.
Kerja sama kedua negara juga diperkuat melalui sejumlah forum antarpemerintah. Pada tahun ini, Indonesia dan Malaysia menggelar Pertemuan ke-17 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) di Jakarta pada Juni, disusul Pertemuan ke-4 Joint Trade and Investment Committee pada September.
Menurut Farzamie, sebagai negara bertetangga dekat dan mitra strategis, Malaysia dan Indonesia akan terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama. Bidang tersebut mencakup perdagangan dan investasi, pendidikan, pertahanan dan keamanan, energi, pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, industri halal, konektivitas, pariwisata, media, serta seni dan pertunjukan.
Ia menekankan bahwa kekuatan hubungan Malaysia-Indonesia terletak pada kemampuan kedua negara untuk mencapai tujuan bersama melalui dialog, sikap saling menghormati, serta semangat persaudaraan dan kekeluargaan.
Dalam konteks yang lebih luas, Farzamie menegaskan ASEAN tetap menjadi landasan utama kebijakan luar negeri Malaysia. Kuala Lumpur, kata dia, akan terus bekerja sama erat dengan seluruh negara anggota, khususnya Indonesia, untuk menjaga ASEAN tetap kuat, bersatu, dan berpengaruh dalam mendorong perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran kawasan.
Penguatan Kerja Sama Pendidikan RI-Malaysia
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dan kerja sama dengan Malaysia.
Menurut Brian, kedekatan geografis, sejarah, bahasa, dan warisan budaya telah lama menjadi fondasi hubungan masyarakat kedua negara. Hubungan tersebut kemudian terus diperkuat oleh kepentingan bersama dalam mendorong kemakmuran, stabilitas, dan kerja sama.
"Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang unik dan erat. Kita adalah negara bertetangga, mitra di ASEAN, sekaligus sahabat dekat yang terus mendukung kemajuan dan kemakmuran satu sama lain," tutur Brian.
Ia mengatakan pendidikan sejak lama menjadi salah satu pilar penting kerja sama Indonesia-Malaysia.
Sejak penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan pada 1972, kedua negara terus mengembangkan kolaborasi di sektor tersebut.
Brian menilai pembentukan konsorsium akademik bersama Indonesia-Malaysia dapat semakin mempererat kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi kedua negara.
Konsorsium tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pertukaran akademik, penyelenggaraan program bersama, serta berbagai bentuk kolaborasi antarperguruan tinggi.
"Saya percaya bahwa pembentukan konsorsium akademik bersama Indonesia-Malaysia dalam kerangka ini akan semakin memperdalam kolaborasi di antara institusi pendidikan tinggi kita, sekaligus menciptakan peluang yang lebih besar bagi pertukaran akademik, program bersama, dan kerja sama," ujarnya.
Brian berharap kerja sama di bidang pendidikan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kolaborasi lain yang berlandaskan solidaritas, stabilitas, dan manfaat bersama bagi masyarakat kedua negara.
Ia mendorong Indonesia dan Malaysia untuk terus bertukar praktik terbaik serta memperluas pengalaman pendidikan bagi generasi muda.
Menurut Brian, penguatan kerja sama tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara, tetapi dapat berkontribusi pada terciptanya ASEAN yang lebih harmonis dan maju.
Pada kesempatan itu, Brian turut menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto kepada pemerintah dan rakyat Malaysia.
Ia berharap Malaysia terus menikmati perdamaian dan kemakmuran, sementara hubungan Indonesia-Malaysia semakin erat pada tahun-tahun mendatang.