Kiat Sukses Transformasi Digital Perusahaan ala Sutanto Hartono

Kiat Sukses Transformasi Digital Perusahaan ala Sutanto Hartono

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 15 September 2026, 19:10 WIB
CEO Emtek Media & Vidio, Sutanto Hartono dalam rangkaian Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Selasa (15/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Emtek Media & Vidio, Sutanto Hartono, membagikan kunci penting adaptasi teknologi dalam proses bisnis sebuah perusahaan. Ia menegaskan, keberhasilan adopsi teknologi—termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)—sangat bergantung pada kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut Sutanto, pekerja memegang peranan krusial dalam kesuksesan transformasi digital. Mengingat teknologi seperti AI kini menyasar berbagai lini proses bisnis, data perusahaan menjadi aspek utama yang harus dipersiapkan dengan matang.

"Pertanyaan untuk organisasi kita, apakah kita sudah siap dengan integritas data dan kebijakan data kita? Siapa yang mengontrol data, siapa yang berwenang membagikan, dan siapa yang menentukan aksesnya? Ini contoh data governance yang sering kali belum pernah dievaluasi," kata Sutanto dalam rangkaian Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Selasa (15/9/2026).

Setelah tata kelola data rampung, langkah adopsi teknologi dilanjutkan dengan pemilihan proyek percontohan (pilot project). Secara bersamaan, proses bisnis perusahaan juga harus langsung disesuaikan dengan masuknya teknologi tersebut.

"Kita harus melihat ke depan. Kalau teknologi atau AI-nya sudah berjalan, business process-nya harus diubah. Begitu berjalan, saat itu juga proses bisnis harus disesuaikan," ungkapnya.

 

Kepemilikan Bersama dan Peran Pemilik Bisnis

CEO Emtek Media & Vidio, Sutanto Hartono dalam rangkaian Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Selasa (15/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Kunci penting lainnya, lanjut Sutanto, adalah rasa kepemilikan bersama (ownership) terhadap proses adopsi teknologi. Transformasi tidak boleh hanya dibebankan pada satu pihak di jajaran manajemen saja.

"Bahkan yang lebih penting, business owner harus memastikan bahwa mereka memiliki proses ini dan memegang Key Performance Indicator (KPI)-nya," ujar Sutanto.

Keterlibatan aktif pemilik bisnis akan menentukan seberapa serius seluruh organisasi dalam menjalankan transformasi tersebut.

Adapun proses awal adopsi AI dapat dimulai dari kegiatan operasional yang bersifat rutin.

"Mulai dari mana? Cari proses bisnis yang repetitif dan membosankan, sehingga karyawan merasa terbantu dengan hadirnya AI," tutur Sutanto.

 

IHCBS 2026

CEO Emtek Media & Vidio, Sutanto Hartono dalam rangkaian Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Selasa (15/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Topik adopsi teknologi tersebut dipaparkan Sutanto dalam sesi Top Executive Talk Show bertajuk 'The Resilience Factor: Building a Resilient Mindset and an Outcome-Based Work Culture in the Era of Transformation' pada ajang IHCBS 2026.

Secara keseluruhan, IHCBS 2026 menghadirkan berbagai sesi dalam 8 Power Tracks yang membahas isu-isu strategis, mulai dari AI, transformasi digital, future skills, produktivitas, kepemimpinan, human sustainability, workforce development, hingga data-driven people and culture.

Rangkaian diskusi ini memberi ruang bagi peserta untuk menggali perspektif yang lebih spesifik dan aplikatif sesuai tantangan organisasi masing-masing.

Lebih dari sekadar forum diskusi, IHCBS 2026 menjadi ruang pertemuan bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman bahwa AI dan digitalisasi harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi manusia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya