Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Singapore Airlines (SIA) SQ24 yang terbang menuju New York terpaksa kembali ke Singapura pada Senin, 14 September 2026, setelah terjadi keadaan darurat medis di dalam kabin. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan salah satu pilot.
Melansir Asia One, Selasa (15/9/2026), pesawat Airbus A350-900 itu lepas landas dari Bandara Changi Singapura sekitar pukul 12.24 waktu setempat. Penerbangan sempat berlangsung normal selama kurang lebih empat jam sebelum pesawat mengubah arah ketika berada di atas Laut Filipina, tak jauh dari Taiwan.
Advertisement
Data pelacakan penerbangan menunjukkan SQ24 kemudian terbang kembali menuju Singapura dan mendarat di Bandara Changi sekitar pukul 21.11.
Singapore Airlines membenarkan adanya "in-flight medical emergency" dalam penerbangan tersebut. Namun, maskapai tidak memberikan rincian mengenai kondisi medis yang dialami karena alasan kerahasiaan medis.
Sejumlah penumpang yang mengaku berada di dalam pesawat menyebut seorang kapten mengalami masalah kesehatan. Seorang dokter yang berada di kabin bahkan dikabarkan ikut membantu menangani situasi tersebut.
Kendati demikian, SIA belum mengonfirmasi secara spesifik kondisi yang dialami pilot maupun apakah hal tersebut menjadi alasan pesawat memutuskan kembali ke Singapura. SQ24 membawa 144 penumpang dan 17 awak.
Setelah mendarat dengan selamat, maskapai memberikan bantuan pada para penumpang sebelum penerbangan ditangani lebih lanjut di Singapura. Pesawat akhirnya tidak melanjutkan perjalanan menuju New York sesuai jadwal awal.
Ganti Penerbangan
Setelah kembali ke Singapura, penumpang SQ24 masih harus menunggu sebelum dapat melanjutkan perjalanan menuju New York. Pesawat yang mendarat di Bandara Changi menjalani sejumlah proses di darat, termasuk pengisian bahan bakar dan persiapan penerbangan berikutnya.
Singapore Airlines menyebut para penumpang mendapat bantuan selama berada di bandara. Maskapai juga menyediakan makanan ringan dan minuman untuk menemani waktu tunggu sebelum pesawat kembali mengudara.
Perubahan rute tersebut membuat jadwal perjalanan SQ24 bergeser dari rencana awal. Setelah seluruh kebutuhan operasional dipastikan siap, pesawat kembali meninggalkan Singapura pada pukul 23.58 waktu setempat.
Penerbangan kemudian dijadwalkan tiba di Bandara Internasional John F. Kennedy pada pukul 09.38 waktu setempat. Dengan keberangkatan tersebut, perjalanan menuju New York akhirnya kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti akibat keadaan darurat medis di dalam pesawat.
Cerita Penumpang di Balik Keadaan Darurat
Informasi mengenai kondisi pilot dalam penerbangan SQ24 pertama kali beredar melalui sejumlah unggahan di media sosial. Beberapa penumpang yang mengaku berada di dalam pesawat menyebut kapten mengalami masalah medis selama penerbangan.
Seorang pengguna Reddit mengklaim seorang dokter yang berada di dalam kabin diminta membantu menangani kondisi tersebut. Pengguna itu juga menyebut kapten dibawa turun dari pesawat oleh petugas medis setelah SQ24 mendarat di Singapura.
Informasi serupa disampaikan akun plane-spotting Water Sound Aviation. Akun tersebut menyebut pesawat berbalik arah karena keadaan darurat medis yang melibatkan pilot, meski tidak menjelaskan sumber informasi yang digunakan.
Hingga kini, Singapore Airlines tidak mengungkap identitas maupun kondisi penumpang atau awak yang mengalami keadaan darurat dengan alasan kerahasiaan medis.
Insiden Lainnya
Sebelumnya, pesawat SIA dengan rute penerbangan Guangzhou menuju Singapura dialihkan ke Batam pada 5 Mei 2026. Juru bicara Singapore Airlines menerangkan, pesawat dengan nomor penerbangan SQ851 berangkat dari kota di China tersebut dengan membawa 301 penumpang dan 18 awak kabin.
Melansir AsiaOne, 10 Mei 2026, pihak maskapai mengatakan bahwa penerbangan dialihkan karena cuaca buruk di Singapura dan mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim, Batam, pada pukul 17.41 waktu setempat.
Menurut juru bicara tersebut, para penumpang tetap berada di dalam pesawat selama di Batam dan diberikan makanan ringan sesuai permintaan. Pesawat kemudian kembali lepas landas dari Batam pada pukul 19.43 waktu setempat dan tiba di Singapura hampir empat jam lebih lambat dari jadwal semula, yakni pada pukul 21.24.