Liputan6.com, Jakarta - Langganan bintangi film-film horor Tanah Air, Aghniny Haque kini perankan pemain utama di film horor dengan tajuk Khadam yang merupakan proyek kolaborasi antara dua negara serumpun, Malaysia dan Indonesia.
Berperan sebagai seorang ibu yang memiliki keterbatasan dalam berbicara (tunawicara), aktris berusia 29 tahun tersebut menceritakan bagaimana proses dirinya memerankan karakter yang belum pernah ia lakoni sebelumnya.
Advertisement
“Pertama, saya harus berani walaupun saya kehilangan satu indra saya,” ujarnya dalam jumpa pers Gala Premier Film Khadam di CGV Grand Indonesia, Senin (14/9/2026).
Mantan atlet taekwondo tersebut pun mengatakan dirinya banyak mengasah soal kelembutan untuk perannya yang harus menyampaikan percakapan dengan bahasa isyarat menggunakan tangan.
“Disiplin saya waktu itu adalah atlet, saya sedikit kaku untuk menyampaikan sebuah bahasa sign language dengan tangan. Saya banyak mengasah kelembutan,” tutur puan yang akrab disapa Ninin itu.
Ia juga mengungkapkan dirinya adalah pribadi yang sering melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa. “Sehari-hari saya kalau jalan tuh harus buru-buru. Biasanya enggak suka aware sama apa yang saya rasakan, sama apa yang saya kerjakan, selalu cepat-cepat,” tambahnya.
Cara Dalami Karakternya Sendiri
Aktris kelahiran Semarang itu juga mengatakan bagaimana dirinya membangun chemistry dengan karakternya sendiri, yang mana dengan cara tidak mengadili karakter tersebut.
“Kuncinya adalah dengan tidak menghakimi karakternya. Walaupun karakternya sering membuat keputusan yang mungkin bisa kita pertanyakan, tapi sebagai aktor kita harus mencintai karakternya dulu,” katanya.
Menurutnya, seorang aktor perlu membuka diri sepenuhnya terhadap karakter yang diperankan, kemudian memahami keseluruhan cerita dalam naskah sebelum menentukan pendekatan terhadap karakter.
“Kita harus benar-benar mengosongkan gelas, terus membaca script sampai harus tahu sebenarnya script itu ngomongin apa dan maunya ke mana,” pungkasnya.
Perankan Tunawicara dan Ibu
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya dapat memerankan karakter Melor yang merupakan seorang ibu dengan keterbatasan berbicara. “Untuk memerankan tuna wicara dan juga ibu, ini baru pertama kali dan rasanya sangat bangga dan bersyukur,” pungkasnya.
“Ternyata seindah itu ya untuk menjadi ibu,” tambahnya.
Tak Berani Main-Main Perankan Melor
Selain itu, dirinya juga menganggap Melor merupakan peran yang penting baginya, sehingga ia tidak akan melepaskan setiap detail yang ada.
“Karena ini adalah peran yang menurut aku sangat penting, makanya aku juga enggak berani main-main untuk memerankannya. Jadi setiap detail enggak akan aku lepaskan,” ujarnya.