Bentrok Berdarah di Batam, 2 Tewas 7 Luka-Luka

Dua kelompok warga di Batam saling serang menggunakan batu dan senjata tajam.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 15 September 2026, 07:01 WIB
Dua kelompok masyarakat di Batam saling serang menggunakan batu dan senjata tajam, Senin (14/9/2026). (Liputan6.com/ Dok Ist)

Liputan6.com, Batam - Dua kelompok masyarakat di Batam saling serang menggunakan batu dan senjata tajam, Senin (14/9/2026). Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, konflik itu tidak berkaitan dengan SARA atau sentimen agama dan suku, seperti isu yang berhembus. 

Menurut Anggoro, peristiwa tersebut merupakan konflik lahan yang telah berlangsung lama. Aparat kepolisian, mulai dari Polsek Bulang, Polresta Barelang hingga Polda Kepulauan Riau telah beberapa kali melakukan upaya mediasi untuk menyelesaikan persoalan itu, namun selalu gagal.

"Menimbulkan korban meninggal dunia maupun korban luka," kata Anggoro, dalam keterangannya, Senin malam (14/9/2026).

Berdasarkan data sementara, terdapat dua orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.

Anggoro juga menyampaikan, Polresta Barelang bersama Polda Kepri dan didukung personel TNI telah melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Dalam kejadian itu, pihaknya telah mengamankan enam orang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap secara menyeluruh peran masing-masing pihak yang terlibat, sekaligus memastikan bahwa proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.

"Proses penyelidikan masih terus berjalan, termasuk pelaksanaan visum serta autopsi guna memperoleh hasil pembuktian ilmiah sesuai prosedur hukum yang berlaku," katanya.

Kapolresta mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya.

Polresta Barelang bersama Polda Kepulauan Riau memastikan bahwa tidak ada pemberlakuan status Siaga 1, melainkan kesiapsiagaan personel untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya