Liputan6.com, Ankara - Fosil gastropoda yang hidup di pesisir Laut Tethys sekitar 66 juta tahun lalu ditemukan di sebuah situs arkeologi di Ankara, ibu kota Turki. Temuan itu diumumkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy pada Senin (14/9/2026).
Fosil tersebut ditemukan saat penggalian di Kulhoyuk, kawasan Oyaca, Distrik Golbasi.
Advertisement
"Dalam penggalian kami di kawasan Oyaca, Golbasi, ditemukan fosil gastropoda yang hidup di pesisir Laut Tethys 66 juta tahun lalu," kata Ersoy melalui media sosial.
"Fosil itu diperkirakan berasal dari masa-masa akhir keberadaan Laut Tethys. Dugaan bahwa fosil tersebut mungkin dibawa ke permukiman oleh penduduk Kulhoyuk ribuan tahun lalu membuat temuan ini semakin menarik."
Para peneliti memperkirakan fosil tersebut berasal dari masa-masa akhir keberadaan Laut Tethys. Laut purba itu mulai terbentuk sekitar 250 juta tahun lalu dan pernah menutupi sebagian wilayah yang kini menjadi Anatolia Tengah.
Sementara itu, Kulhoyuk merupakan permukiman berusia sekitar 5.000 tahun yang berkaitan dengan peradaban Hatti dan Het. Perbedaan usia yang sangat jauh menunjukkan bahwa hewan yang menjadi fosil itu tidak hidup pada masa yang sama dengan penduduk Kulhoyuk.
Karena itu, para peneliti mempertimbangkan kemungkinan bahwa penduduk kuno menemukan fosil tersebut di tempat lain, lalu sengaja membawanya ke Kulhoyuk. Dugaan ini membuka kajian baru mengenai bagaimana fosil itu bisa sampai ke permukiman tersebut dan apa arti fosil itu bagi penduduk Kulhoyuk saat itu.
Penemuan ini menyusul temuan lain yang baru-baru ini diperoleh di Kulhoyuk. Para arkeolog sebelumnya menemukan sisa biji tertua yang diketahui dari "Sevgi Cicegi" atau Bunga Cinta, tanaman khas Ankara, di dalam sebuah wadah peninggalan bangsa Het berusia 4.000 tahun.
Penggalian di Kulhoyuk telah dilakukan sejak 2021 sebagai bagian dari program arkeologi jangka panjang yang didukung Kepresidenan Turki. Penggalian tersebut dipimpin Associate Professor Derya Yilmaz Tekin atas nama Universitas Ankara dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki.
Ersoy mengatakan penggalian akan terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak tentang sejarah Kulhoyuk melalui temuan-temuan baru.