Doa Seniman TIM untuk 5 Jurnalis Hilang: Kembalilah Kawan

Bertajuk panggung doa dan rindu, para seniman TIM juga turut menyalakan lilin di depan TIM.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 14 September 2026, 22:48 WIB
Seniman TIM Gelar Panggung Doa untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Liputan6.com, Jakarta - Para seniman menggelar doa bersama di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (14/9/2026) malam.

Doa dipanjatkan untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026 saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau

Bertajuk panggung doa dan rindu, para seniman dari Front Penggerak Seni (FPS) TIM juga turut menyalakan lilin di depan TIM.

Selain itu, para seniman dengan khidmat juga mengisi panggung doa dan rindu dengan menampilkan puisi hingga lagu-lagu sebagai bentuk harapan agar lima jurnalis dan awak kapal yang hilang segera ditemukan.

“Kembali lah kawan, kembali lah kami menunggu,” demikian bait puisi yang ditampilkan Seniman FPS TIM Wahyu Topeng.

Para seniman percaya doa yang dilangitkan untuk para jurnalis dan awak kapal akan dijabah oleh Tuhan. Mereka berdoa agar para jurnalis dan awak kapal yang masih hilang bisa kembali dengan keadaan sebaik-baiknya sesuai keinginan Tuhan.

“Hari ini suara kami menyatu dalam doa agar engkau segera ditemukan dalam keadaan sehat walafiat. Jurnalis bukan sekedar pekerjaan mereka adalah penyampai kebenaran,” kata Seniman FPS TIM lainnya, Jack Al-Ghozali.

Di akhir acara seniman bersama-sama menyanyikan lagu berjudul Arti Kehidupan, salah satu lagu legendaris dari Doel Sumbang yang dirilis pada 24 Juli 1996 dalam album bertajuk Laut.

Lagu ini berpesan tentang kekuatan cinta sebagai esensi utama dalam menjalani hidup serta kekuatan menghadapi cobaan.

Pencarian 5 Jurnalis Diperpanjang 3 Hari

Seniman TIM Gelar Panggung Doa untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari. Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian hingga Kamis, 17 September 2026.

"Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Senin, (14/09/2026).

Pencarian selama tiga hari ke depan masih akan menggunakan kekuatan yang sama, baik personel maupun peralatan. Namun, pengerahan sejumlah peralatan akan disesuaikan dengan kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian.

Salah satunya penggunaan helikopter untuk pemantauan dari udara. Pengerahan helikopter harus mempertimbangkan kondisi angin serta keberadaan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

"Tetap kita menggunakan metode menggunakan kapal ya, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung nanti kondisi cuaca seperti apa," jelasnya.

Al Amrad berharap perpanjangan operasi SAR dapat meningkatkan peluang ditemukannya lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

"Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh, itu kita evaluasi kembali apa yang menjadi tantangan-tantangan kita dan objek yang mana yang belum kita lalui," terangnya.

Identitas 8 Orang Hilang

Delapan orang yang masih dicari terdiri atas tiga awak speedboat, yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Sementara itu, lima jurnalis yang hilang yakni M. Bagus Khoirunnas (28) dari ANTARA, Ari Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal (51), jurnalis lepas.

Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Salah satu jurnalis kemudian mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi dengan rombongan tercatat terakhir sekitar pukul 15.04 WIB.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya