Bima Arya Dorong Penataan Permukiman Kumuh dari Akar Rumput

Pendekatan dari akar rumput dinilai lebih efektif.

oleh SupriatinDiterbitkan 14 September 2026, 21:35 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong penguatan peran Local Champion dan pemberdayaan berbasis komunitas untuk mempercepat penataan kawasan permukiman kumuh di Indonesia. Menurut dia, pendekatan dari akar rumput dinilai lebih efektif dan mampu memberikan dampak nyata dibandingkan mengandalkan mekanisme birokrasi secara top-down.

"Sering kali pendekatan Local Champion ini lebih efektif dibanding top down yang birokratis dari yang berjalannya berliku," ujar Bima dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dia mengatakan keberhasilan penataan lingkungan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Semangat tersebut tercermin dalam Gerakan Indonesia ASRI.

Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan gerakan tersebut, sebanyak 72,34 persen atau 395 pemerintah daerah telah aktif melaporkan kegiatan penataan dan kebersihan lingkungan.

Karena itu, Bima menegaskan penanganan permukiman kumuh tidak semata-mata berorientasi pada perbaikan fisik rumah. Menurut dia, upaya tersebut harus diarahkan pada pembangunan kawasan secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

"Jadi ini bukannya soal membangun fisik rumah, tapi ini adalah membangun kawasan dengan melibatkan semua stakeholders," terangnya.

Penataan Pemukiman

Bima kemudian mencontohkan peran Local Champion dalam penataan permukiman di RT 08 Malaka Jaya, Jakarta Timur. Kawasan tersebut berhasil bertransformasi dari lorong gersang menjadi lingkungan hijau yang mandiri energi melalui aksi swadaya warga.

Menurut Bima, keberhasilan Malaka Jaya menunjukkan bahwa inisiatif masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membenahi lingkungan sekaligus menjadi rujukan bagi daerah lain.

Dia pun mendorong agar praktik baik seperti di Malaka Jaya dapat direplikasi secara lebih luas dengan tetap menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

"Mudah-mudahan kita bisa angkat kesuksesan kawasan seperti Malaka Jaya ini menjadi best practice yang bisa diduplikasi tidak saja di Jakarta, tetapi di kota-kota lain di Indonesia," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran pimpinan kementerian/lembaga dan kepala daerah se-Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya