7 Hari Pencarian Jurnalis Hilang Kontak, Basarnas Ungkap Sejumlah Kendala

Salah satu kendalanya adalah kondisi Gunung Anak Krakatau.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 14 September 2026, 19:25 WIB
Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari ke depan. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Liputan6.com, Jakarta - Pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak masih dilakukan Tim SAR Gabungan. Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi Tim SAR Gabungan selama proses pencarian. Salah satunya kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih mengalami erupsi dan menimbulkan kabut sehingga menyulitkan tim untuk mendekati lokasi.

"Untuk di hari pertama, hari kedua memang kita kendala dengan kondisi Anak Krakatau yang belum bisa kita merapat," kata Al Amrad di Posko SAR Nasional, Carita, Pandeglang, Senin (14/9/2026).

Pada hari ketiga hingga keenam, kabut masih menjadi kendala bagi Tim SAR Gabungan dalam melakukan pencarian. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat pencarian melalui udara, tetapi juga menyulitkan tim yang menggunakan kapal.

 

Sempat Pakai Helikopter

Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari ke depan. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Pada hari kelima, tim mengerahkan helikopter untuk mencari lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak. Namun, kondisi kabut membuat jarak pandang di udara maupun di laut terbatas.

"Hari kelima kita terbangkan heli dan memang itu kondisi kabut dengan visibility kurang lebih 1,5, itu di ketinggian 500 feet, ya. Terus teman-teman di lapangan juga termasuk yang menggunakan kapal untuk melakukan searching itu kendalanya adalah di visibility karena kabut," ungkapnya.

 

Belum Coba Menyelam

Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari ke depan. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Al Amrad mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penggunaan metode penyelaman dalam pencarian. Hal itu karena titik keberadaan korban maupun speedboat yang hilang kontak belum ditemukan.

"Kalau untuk metode penyelaman, karena ini titik titik korban belum kita temukan, titik untuk speedboat belum kita temukan, itu bisa belum kita belum bisa pastikan untuk menggunakan penyelaman," ujarnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Al Amrad menegaskan Tim SAR Gabungan akan terus berupaya maksimal menemukan para jurnalis dan kru kapal tersebut. Tim juga akan memperluas pencarian hingga memasuki radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau (GAK).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya