Ilmuwan Ubah Limbah Plastik Jadi Kue Kering, Bagaimana Caranya?

Botol plastik dimanfaatkan menjadi kue kering mungkin terdengar asing. Namun, ilmuwan bisa mengubah pandangan tersebut. Bagaimana caranya?

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 16 September 2026, 09:00 WIB
Resep Kue Kering 3 Bahan Tanpa Oven dan Mixer/Gemini AI

Liputan6.com, Jakarta - Ilmuwan dari Southern Illinois University Carbondale baru saja mengubah pandangan mengenai botol plastik dan kue kering.

Dilaporkan Digital Trends, Rabu (16/9/2026), mereka berhasil merekayasa ragi yang mampu mengubah limbah botol plastik dan sisa tanaman pertanian menjadi bahan pangan nyata untuk membuat kue kering.

Riset ini awalnya bagian dari program NASA guna membantu astronot memproduksi makanan sendiri saat menjalankan misi luar angkasa. Masalahnya, pengiriman pasokan dari bumi sangat sulit dilakukan.

Para peneliti menyadari botol plastik kaya akan karbon, begitu pula dengan makanan. Gagasan ini kemudian menjadi dasar atas lahirnya inovasi tersebut.

Dibanding menggunakan reaksi kimia untuk mengurai plastik, tim peneliti memanfaatkan mikroba. Botol plastik jenis PET dan sisa batang jagung terlebih dahulu diolah menggunakan air, panas, oksigen, dan tekanan tinggi hingga terurai menjadi molekul sederhana.

Selanjutnya, ragi hasil rekayasa genetika mengambil alih proses tersebut dengan mengubah molekul-molekul itu menjadi komponen nutrisi seperti protein dan lemak.

Bagaimana Caranya?

Setelah siap, campuran berbahan ragi digabungkan dengan pati, serat, dan pemanis. Lalu, seluruh bahannya dimasukkan ke dalam printer 3D dan dicetak menjadi kue-kue kecil bernama µBites.

Saat ini, masyarakat baru diperbolehkan mencium aromanya karena uji rasa secara langsung masih menunggu izin resmi. Meskipun demikian, mayoritas responden menyatakan bersedia mengonsumsi jika terjadi krisis pangan.

Tim peneliti juga berupaya membuat kue ini lebih menggugah selera serta meningkatkan kandungan gizinya. Salah satu varian ragi kini menghasilkan aroma vanila alami.

Sementara varian lainnya dapat mengubah produk sampingan plastik menjadi beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A.

Masa Depan Makanan dari Botol Plastik

Selain penggunaan misi luar angkasa, teknologi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan di kapal selam maupun daerah bencana yang sulit dijangkau pengiriman logistik makanan.

Mengingat permintaan pangan global diperkirakan akan melonjak hingga 56 persen pada 2050, inovasi ini kemungkinan pada akhirnya akan berperan jauh lebih penting.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya