Profil Purbaya Yudhi Sadewa, 1 Tahun 6 Hari Jabat Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari posisi Menteri Keuangan. Simak profil, pendidikan, dan perjalanan kariernya hingga masuk pemerintahan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 14 September 2026, 17:20 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) sesaat sebelum rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026). Salah satu perubahan yang dilakukan adalah pergantian Menteri Keuangan.

Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019.

"Mengangkat Profesor Suahasil Nazara PhD sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dengan sisa jabatan 2024-2029," kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat membacakan keputusan presiden pengangkatan Menteri Keuangan.

Setelah keputusan presiden dibacakan, Suahasil kemudian mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Prabowo.

"Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Suahasil saat membacakan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Senin.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” sambung dia.

Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan yang dimulai sejak 8 September 2025.

Dengan begitu, Purbaya Yudhi Sadewa menjabat Menteri Keuangan selama 1 tahun 6 hari sebelum digantikan Suahasil Nazara.

Lantas, seperti apa profil dan perjalanan karier Purbaya Yudhi Sadewa?

Lulusan ITB dan Doktor Ekonomi Purdue University

Purbaya Yudhi Sadewa saat memberi keterangan dalam Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Purbaya Yudhi Sadewa memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik dan ekonomi.

Ia menempuh pendidikan sarjana di jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Purbaya melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Ia memperoleh gelar Master of Science (MSc) dan doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Sebelum memasuki dunia pemerintahan, Purbaya telah memiliki pengalaman panjang di sektor swasta, khususnya bidang energi, riset ekonomi, dan pasar keuangan.

Karier profesionalnya dimulai sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA pada 1989-1994.

Setelah itu, Purbaya bergabung dengan Danareksa Research Institute sebagai Senior Economist pada Oktober 2000 hingga Juli 2005.

Kariernya di lingkungan Danareksa kemudian berkembang. Ia dipercaya menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute pada Juli 2005 hingga Maret 2013.

Pada April 2006 hingga Oktober 2008, Purbaya juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Danareksa Securities.

Selanjutnya, pada Maret 2013-April 2015, ia menjadi anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero).

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal Purbaya sebelum memasuki lingkaran pemerintahan dan dipercaya menangani berbagai isu ekonomi strategis.

Masuk Pemerintahan hingga Pimpin LPS

Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari target. Tampak dalam foto, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Karier Purbaya di pemerintahan mulai terlihat sejak dipercaya menangani berbagai posisi yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi.

Pada 2010-2014, ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Anggota Komite Ekonomi Nasional.

Pada April-September 2015, Purbaya menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada November 2015 hingga Juli 2016.

Purbaya kemudian kembali menangani isu ekonomi dan investasi. Pada Juli 2016-Mei 2018, ia menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Kariernya di pemerintahan berlanjut ketika dipercaya sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Mei 2018 hingga September 2020.

Puncak kariernya sebelum menjadi Menteri Keuangan adalah ketika Purbaya diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 58/M Tahun 2020 tanggal 3 September 2020.

Posisi tersebut memperkuat rekam jejak Purbaya di sektor keuangan sebelum akhirnya masuk ke Kementerian Keuangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya