Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan saham Senin, (14/9/2026). Pergerakan IHSG hari ini di tengah reshuffle kabinet setelah Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan kenaikan harga minyak dunia.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,10% menjadi 6.534,69. IHSG melemah tipis usai sempat anjlok hingga 2%. Indeks LQ45 menguat 1,43% menjadi 659,03. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.550 dan level terendah 6.371,39. Sebanyaj 429 saham melemah sehingga bebani IHSG. 219 saham menguat dan 141 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.121.371 kali dengan volume perdagangan saham 35,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.651.
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham industri naik 0,45% dan sektor saham keuangan bertambah 0,55%. Sektor saham kesehatan terpangkas 2,95%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 1,65%, sektor saham basic melemah 1,41%, dan sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,04%.
Lalu sektor saham consumer siklikal susut 1,19%, sektor saham properti terperosok 0,56%, sektor saham teknologi melemah 0,77%, sektor saham infrastruktur terpangkas 1,45% dan sektor saham transportasi melemah 0,85%.
Awal pekan ini, saham UNVR melemah 0,61% menjadi Rp 1.620 per saham. Harga saham UNVR dibuka stagnan di Rp 1.630 per saham. Saham UNVR berada di level tertinggi Rp 1.645 dan terendah Rp 1.620 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.431 kali dengan volume perdagangan saham 267.384 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 43,4 miliar.
Gerak Saham
Harga saham BIPI merosot 1,37% menjadi Rp 144 per saham. Saham BIPI dibuka naik satu poin menjadi Rp 147 per saham. Harga saham BIPI berada di level tertinggi Rp 148 dan terendah Rp 138 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 14.833 kali dengan volume perdagangan saham 4.525.433 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 64,4 miliar.
Harga saham BRIS ditutup naik 0,58% menjadi Rp 1.730 per saham. Saham BRIS dibuka stagnan di Rp 1.720 per saham. Harga saham BRIS berada di level tertinggi Rp 1.730 dan terendah Rp 1.675 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 11.610 kali dengan volume perdagangan saham 284.424 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 48,4 miliar.
Harga saham BBNI ditutup naik 3,2% menjadi Rp 3.870 per saham. Harga saham BBNI dibuka melemah 10 poin menjadi Rp 3.740 per saham. Saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.900 dan terendah Rp 3.640 per saham. Total frekuensi perdagangan 15.697 kali dengan volume perdagangan saham 894.801 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 337,5 miliar.
Kata Analis
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menilai, pergerakan IHSG hingga menjelang penutupan hari ini menunjukkan tekanan jual memang masih dominan, tetapi mulai terjadi recovery atau bargain hunting setelah indeks sempat terkoreksi lebih dari 2%.
Sentimen eksternal masih menjadi faktor utama, terutama eskalasi konflik Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak Brent menembus sekitar US$ 107 per barel.
Ia mengatakan, kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat atau higher for longer, sehingga memicu aksi risk-off di pasar negara berkembang.
Namun, Nafan menuturkan, IHSG yang mampu memangkas pelemahannya cukup signifikan menunjukkan pelaku pasar domestik tidak sepenuhnya melakukan panic selling.
“Menurut saya, ada indikasi buy on weakness dan bargain hunting, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sudah mengalami tekanan cukup dalam,” kata Nafan.
Selain itu, menurut Nafan, pasar juga mulai melakukan pricing-in terhadap berbagai risiko eksternal, sehingga ketika tekanan jual mulai mereda, indeks relatif cepat melakukan rebound. Ini sejalan dengan kondisi pekan lalu ketika IHSG sudah terkoreksi 1,43% akibat eskalasi konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak.
Risiko Mengecil
Ia menuturkan, harapan pasar terhadap perubahan kabinet pada dasarnya adalah bukan sekadar pergantian figur, melainkan adanya peningkatan efektivitas kebijakan ekonomi. Investor membutuhkan kepastian arah fiskal, percepatan realisasi belanja pemerintah, peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi, stabilitas rupiah, serta kebijakan yang mampu menjaga daya beli dan iklim investasi.
“Dengan demikian, jika setelah pergantian ini muncul kebijakan yang market-friendly, kredibel, dan konsisten, maka sentimen positif dapat semakin terbentuk. Untuk jangka pendek, volatilitas IHSG kemungkinan masih tinggi karena risiko Timur Tengah dan minyak belum mereda; tetapi secara domestik, pergantian Menkeu dapat menjadi katalis stabilisasi apabila pasar melihat adanya kesinambungan sekaligus perbaikan kualitas kebijakan ekonomi,” kata Nafan.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, koreksi IHSG menjadi terbatas seiring risiko mengecil karena pasar sedang mengapresiasi harapan atas kebijakan yang berkelanjutan dan kredibilitas fiskal.
Ia menuturkan, Suahasil Nazara merupakan junior Sri Mulyani di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan mendampinginya sebagai wakil menteri keuangan sejak 2019. “Sebagai insider Kemenkeu yang paham APBN dan mesin birokrasi fiskal, pengangangkatannya setidaknya mengurangi kekhawatiran kalau posisi strategis ini jatuh ke tangan politikus ata figur asing bagi pasar,” kata dia.