Liputan6.com, Jakarta - Banyak pengguna menutup aplikasi yang berjalan di latar belakang demi menjaga daya tahan baterai ponsel.
Kenyataannya, hal ini justru bisa membuat ponsel kamu mengonsumsi lebih banyak daya. Demikian sebagaimana dilansir How To Geek, Selasa (16/9/2026).
Advertisement
Cara kerja pengelolaan aplikasi di Android sangat berbeda dengan sistem operasi pada komputer. Aplikasi yang dibuka di komputer berjalan secara bersamaan, sehingga membebani CPU dan mengonsumsi lebih banyak daya.
Sementara pada ponsel Android, tidak bekerja seperti demikian. Android otomatis akan membekukan status aplikasi sebelumnya.
Aplikasi tersebut disimpan di dalam RAM tanpa mengonsumsi daya tambahan. Kemudian, saat dibuka kembali, Android memulihkannya dari memori sangat cepat.
Pengecualian hanya berlaku bagi aplikasi yang mendapatkan izin dari pengguna untuk selalu berjalan di latar belakang, seperti aplikasi pesan, layanan penyelarasan data (sync), VPN, pemutar media, atau navigasi GPS.
Aplikasi-aplikasi tersebut seringkali menjadi penyebab penurunan daya tahan baterai pada ponsel.
Menutup Aplikasi Memaksa Ponsel Melakukan Pemuatan Ulang
Menutup aplikasi dari daftar aplikasi yang baru saja dibuka memaksa Android menghapus data sementara aplikasi tersebut dari RAM. Ketika suatu saat kamu membuka kembali aplikasi itu, sistem tidak dapat memuat versi yang sudah dibekukan.
Sistem Android harus melakukan proses pemuatan ulang dari awal, termasuk aktivasi CPU dan akses file dari penyimpanan.
Hal ini justru melibatkan lebih banyak komponen dan memakan waktu lebih lama, sehingga meningkatkan konsumsi daya baterai.
Selain itu, dapat memicu kerugian lain berupa kehilangan data sementara seperti teks atau pesan yang belum selesai diketik hilang karena sistem me-reset aplikasi ke tampilan utama. Ditambah, bisa membuat pemuatan aplikasi terasa lebih lambat bahkan pada ponsel kelas atas sekalipun.
Hal yang Seharusnya Dilakukan
Android merupakan sistem operasi yang beroperasi sepenuhnya menggunakan daya baterai. Untuk pantau penggunaan baterai, kamu bisa buka Pengaturan (Settings) > Baterai (Battery) > Penggunaan Baterai (Battery usage). Dari sini, kamu dapat mengidentifikasi aplikasi mana saja yang mengonsumsi daya paling banyak.
Guna mengatur izin latar belakang, ketuk Pengaturan > Baterai > Kelola Aplikasi Latar Belakang (Manage background apps). Pilih opsi Smart Usage untuk sebagian besar aplikasi agar sistem dapat menentukan kapan aplikasi harus dinonaktifkan.
Sedangkan pada aplikasi yang jarang digunakan, batasi izin latar belakangnya atau uninstall aplikasi tersebut jika tidak diperlukan.
Perlu diingat, bukan jumlah aplikasi aktif di latar belakang yang menentukan beban baterai, namun, jenis tugas yang dikerjakan oleh aplikasi tersebut.
Aplikasi navigasi GPS atau sinkronisasi file otomatis lebih banyak menguras daya dibandingkan aplikasi catatan atau galeri foto.